Menulis, antara idealisme dengan realisasi

Friday, May 3rd 2013

Tidak terasa sudah lebih dari 1 tahun saya tidak menulis, wah seperti melayang-layang imajinasi saya, membayangkan dahulu begitu tingginya passion saya terhadap kegiatan tulis menulis, termasuk membaca, yang sekarang tenggelam di antara kesibukan mengurus anak dan keluarga, di antara rutinitas bekerja, dan di antara keseharian mencoba mencari me-time untuk sekedar minum soft drink favorit saya dan duduk santai sambil mengetik satu dua paragraf.

Memang tidak gampang untuk duduk dan memulai lagi seperti dulu, hanya memang saat ini saya baru dirotasi ditempat yang pekerjaan rutinnya tidak terlalu menuai kesibukan, sehingga saya memiliki sedikit waktu luang untuk mencari tambahan pengetahuan, mencari kesibukan sendiri, dan -tentu saja- memanfaatkan jam kerja untuk menulis.

Wah, jangan negative thinking dulu ya, heheheee, menulis memang tidak masuk dalam KPI individu saya, tapi saya merasa inilah salah satu jalan untuk mengasah keterampilan menulis saya yang sudah tumpul entah mungkin sudah berkarat dan siap dibuang🙂 daripada saya terus-terusan online chatting atau cari ol shop untuk beli barang, mending saya manfaatkan untuk kegiatan yang lebih berguna dan tidak menguras kantong hehehe…

Dan sebenarnya juga, saya merasa banyak sekali manfaat memiliki keterampilan menulis dalam dunia kerja. Bagi saya, utamanya, pekerjaan saya yang mesti banyak mengeluarkan ide-ide, membutuhkan keterampilan menulis yang baik, karena kita harus bisa menceritakan apa yang ada di kepala kita kepada orang lain dengan bahasa yang menarik dan mudah dimengerti. Tujuannya? Agar mereka mengerti dan mau mendukung “agenda” kita. Pekerjaan saya juga menuntut untuk mengolah informasi yang hanya bisa dimengerti oleh latar belakang yang sama sedemikian rupa sehingga dapat dicerna dengan mudah oleh orang lain yang berbeda latar belakang, utamanya orang yang “hanya” mengambil sisi kepraktisan dari latar belakang keilmuan saya.

Nah dengan hal ini lah, semula realisme padatnya waktu yang selalu dijadikan alasan berkurangnya waktu menulis, sekarang tidak boleh dijadikan pembenaran lagi untuk tidak mengasah pisau yang tumpul itu🙂 mudah-mudahan saya bisa melanjutkan “petualangan jurnalisme” saya lagi di dunia blogging🙂

Mohon diterima ya “ketukan pintu” saya untuk bergabung kembali🙂

3 thoughts on “Menulis, antara idealisme dengan realisasi

  1. Asslkm Wr. Wb. Mb salam kenal, saya Eki dari Lampung. Saya ketemu blog Mb dari nyari-nyari di google tentang tes pusri Mb. Selamat nulis lagi y Mb, semoga kemampuan menulisnya kembali meningkat. Aamiinn..
    oh y Mb, Saya boleh nanya? (tapi maaf y Mb kalo OOt). Kalo untuk thn ini Mb (2013), Pusri ada rekruitment untuk karyawan baru ga Mb? Kalo ada waktu, Mohon balasan dan infonya y Mb. Mksh Mb🙂

  2. @hercule eq… mohon maaf ya kalau tentang rekrutmen, saya kurang update, karena saya gak di bagian rekrutmen lagi🙂 cuma informasi yang saya tahu, tahun ini ada rekrutmen roadshow ke beberapa universitas, tapi saya kurang tahu kapan dimulainya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s