Wisata Pulau Belitung

Pada posting sebelumnya saya udah cerita tentang perjalanan saya di pulau Bangka. Nah sekarang kita lanjut ke pulaunya Oom Andrea Hirata, pulau Belitung.

Perjalanan ke pulau Belitung jika ditempuh menggunakan jetfoil dari Bangka memakan waktu sekitar 4 jam. Biasanya jetfoil berangkat jam setengah dua siang setiap harinya, kecuali Selasa (entah kenapa hari Selasa ga berangkat, I’m still wondering). Karena udah kelamaan, saya lupa berapa harganya hehehehee…cuma seperti halnya jetfoil Palembang-Bangka, ada kelas-kelasnya juga, yaitu kelas ekonomi dan VIP.

Kalau yang agak mabuk laut, usahakan menyiapkan segala sesuatu J karena bahkan di ombak yang paling tenang sekalipun, kapalnya cukup bergoyang, saya aja yang gak mabokan bisa pusing-pusing.

Sampai di Belitung, Alhamdulillah kami dapet tumpangan. Kebetulan adik saya kerja disana so gak perlu khawatir masalah akomodasi dan transportasi. Belitung kota kecil, jadi hanya dalam waktu kurang dari 10 menit kami sudah sampai di wisma yang terletak di pinggir pantai. Demikian pula kalau mau jalan ke kota, paling jauh 15 menit sudah sampai di pusat kota.

Karena sampai disana sudah malam, setelah mandi, kami memutuskan untuk hanya berjalan-jalan di sekitar pantai. Ternyata malam-malam di daerah pantai seru juga J Ada deretan kafe-kafe kecil di sepanjang pantai, dan kami memutuskan untuk singgah di salah satu kafe yang ada “layar tancap”nya, kebetulan saat itu sedang tayang Liga Indonesia dan banyak yang lagi nonton. Menunya sih tidak special, namanya juga cuma tempat nongkrong🙂

Besoknya, karena kami hanya punya waktu sehari untuk jalan-jalan. Hampir sama seperti di Bangka, kita juga harus menyewa mobil untuk jalan-jalan, biaya sewanya juga hampir sama, sekitar 300-350 ribu per hari. Sudah/belum termasuk bensin itu tergantung negosiasi, tapi kalau di Belitung memang lebih banyak tempat jalan, jadi kemarin kami menyewa tidak termasuk bensin.

Kita jalan hari Senin pagi, ternyata ada satu kendala utama jalan-jalan di pulau. Bensin! Voila..kami sempat mengantri cukup panjang karena kalau habis weekend, bensin jadi langka. Bahkan ada mobil yang sudah mengantri dari hari sebelumnya dan mobilnya ditinggal sampai keesokan harinya🙂.

Setelah perjuangan yang cukup melelahkan di pom bensin, akhirnya kami mulai jalan-jalan. Karena kami hanya punya waktu satu hari, kami hanya “singgah” dan tidak “menikmati” seperti halnya yang kami lakukan di Pantai Parai – Bangka. Kami singgah ke beberapa pantai, maaf saya lupa nama-nama pantainya, yang jelas kami menyinggahi 3 pantai, terakhir di Pantai Tanjung Tinggi (mudah-mudahan benar), tempat syuting film Laskar Pelangi. Banyak batu-batuan besar yang cantik-cantik, dikelilingi pemandangan yang luar biasa indah, kalau saya boleh membandingkan, pantai-pantai di pulau Belitung jauh lebih cantik dibandingkan dengan Pantai Parai🙂. Dan lagi, jarak antar pantai tidaklah jauh, sekitar 15-20 menit kita sudah sampai di pantai berikutnya, dan di sepanjang perjalanan 15 menit itu, di satu sisi kita menyusuri pantai-pantai yang molek yang membuat kita tak berhenti berdecak kagum. Sayang pantai di pulau Belitung masih banyak yang belum terjamah. Hanya satu Inn yang kami perhatikan, yaitu Villa Lor-Inn.

Tiga pantai kami lewati hingga tengah hari. Terakhir kami agak lama menikmati Pantai Tanjung Tinggi dan batu-batu besar, hingga Zuhur tiba. Setelah solat Zuhur, kami makan di pinggir pantai, dengan harga hanya sekitar 150 ribu yang dihabiskan oleh 4 orang (waw,,,murah ya hehehehe…) kita bisa makan satu ikan besar, satu piring cumi goreng tepung, dan satu piring sayur, plus es jeruk/teh.

Setelah makan besar, kami melanjutkan perjalanan ke Manggar dan Gantong, tempat syuting SD Laskar Pelangi. Perjalanan cukup jauh, sekitar 1 jam. Disini, kita bisa melihat replika SD Laskar Pelangi (bukan tempat syuting aslinya, hanya replikanya saja tapi mirip kok, apalagi plang “SD Muhammadiyah Gantong” nya yang sudah buruk itu kayaknya sih asli). Sayang pas kami main kesana, lagi hujan deras…jadi kami tidak bisa foto di depan plang nama SDnya. Setelah ke replika SD, kami jalan ke Kecamatan Manggar. Disini kami bertemu teman kuliah saya yang ditempatkan di Manggar, dan kami berhenti sebentar untuk minum kopi Manggar di kedai-kedai kopi. Hampir sama dengan kebiasaan orang Aceh yang senang minum kopi di kedai kopi🙂 Oiya sebelum ke Manggar, kami melihat-lihat sebentar beberapa tempat syuting Laskar Pelangi, seperti pasar, SD Timah, dll.

Sudah agak sore, kami diajak main ke daerah “Puncak”nya Belitung. Sayang karena hari sudah sore, kami tidak nongkrong disana, dan hanya foto-foto sebentar. Setelah itu kami pulang ke Tanjung Pandan, dan mampir ke daerah kota untuk membeli oleh-oleh. Kami sampai di Wisma lagi sekitar pukul 8 malam.

Sedikit rekomendasi dari saya, ke Belitung tidak nikmat kalau hanya 1 hari, kalau bisa, mainlah sekitar 2-3 hari karena kita bisa ke seluruh tempat dan bisa menikmati, tidak hanya singgah.

So, buat teman-teman yang ingin menghabiskan liburan kali ini, tidak ada salahnya main ke pulau Belitung, hanya dengan penerbangan 1 jam dari Jakarta, teman-teman sudah bisa menikmati pemandangan alam yang sangat menakjubkan dan tidak terlupakan.

7 thoughts on “Wisata Pulau Belitung

  1. Emang ada pesawat dari Jakarta ke Belitoeng atau ke Bangka. Udah lama juga mau kebangka tapi belum kesampaian.

    Thanks,
    SE

  2. boleh saya copy gambar pantainya untuk promosi wisata Indonesia..terima kasih

    Juvent

  3. Pingback: First 2016 Destination: Seychelles? No, It’s Indonesia | Scarlet Scribbles

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s