Wisata Pulau Bangka

Beberapa hari yang lalu saya ambil cuti dan berwisata ke pulau Bangka Belitung. I’d planned this since January, akhirnya terwujud juga.. Temen saya dari Aceh berencana main ke Palembang dan dia pengen jalan-jalan ke pulau Bangka Belitung, jadi saya ceritanya nemenin dia berlibur, hehhee padahal saya juga ada “kepentingan” karena bisa jalan-jalan sama my luvly

Saya pengen cerita ke teman-teman yang kebetulan sedang ingin berwisata ke pulau Bangka dan pulau Belitung, mudah-mudahan dapat informasi yang berguna.

Untuk dua tempat ini, saya pisah menjadi dua bagian cerita biar ga kepanjangan

Wisata Pulau Bangka

Kami berangkat hari Jumat (kebetulan lagi libur tanggal merah – sesuatu yang selalu ditunggu-tunggu para buruh sepertiku), dari Palembang naik jetfoil dari pelabuhan Boom Baru, berangkatnya jam 7 pagi. Kalau sedang musim liburan, usahakan seminggu sebelumnya sudah pesan tiket. Tiketnya harganya berkisar antara 180 ribu sampai 250 ribuan, tergantung mau ambil kelas ekonomi, eksekutif, atau supereksekutif.

Perjalanan Palembang-Bangka cenderung tenang, tidak berombak, karena yang dilewati adalah lintasan Sungai Musi. Perjalanan menempuh waktu sekitar 3 jam, tiga perempatnya adalah sungai, sekitar setengah jam terakhir barulah kena laut lepas. Jadi tidak terlalu khawatir di ombang-ambingkan ombak .

Pelabuhan yang dituju adalah pelabuhan Mentok. Sampai di Mentok sekitar pukul 10 pagi. Dari Mentok, kalau akan ke Pangkal Pinang (ibukota Bangka) harus melanjutkan perjalanan kurang lebih 3 jam naik travel / bis. Begitupun dengan ke Sungai Liat juga harus naik travel/bis sekitar 3 jam. Biar lebih mudah, kamu bisa beli tiket travel/bis satu paket dengan tiket jetfoil. Sekitar pukul 12an, biasanya turun sebentar untuk makan siang di daerah Kelapa. Jam 1 kamu sudah sampai di Pangkal Pinang.

Kota Pangkal Pinang tidak begitu besar, kamu bisa jalan-jalan mengintari kotanya sekitar setengah sampai satu jam, tapi kalau bisa naik motor aja, karena angkot agak kurang banyak dan trayeknya terbatas.

Kami menginap di penginapan tengah kota, ya semacam hotel melati atau wisma gitu, harganya cukup bersahabat, sekitar 150-200 ribu semalam. Penginapan sejenis bisa ditemui di banyak tempat. Memang, pulau Bangka sudah cukup terkenal sebagai salah satu kota wisata, terutama di daerah Sumatera Selatan, jadi kita ga begitu kesulitan mencari penginapan.

Objek wisata di Pulau Bangka cukup banyak tapi hampir semuanya pantai (ya iyalaaaahh) heehhehehee.. Kami hanya sempat mengunjungi satu pantai, yaitu Pantai Parai, yang letaknya sekitar 30-40 menit dari Pangkal Pinang, tepatnya masuk ke kabupaten Sungai Liat.

Masuk Pantai Parai, kamu harus mengeluarkan kocek 25 ribu saja, tiketnya jangan dibuang karena kamu bisa dapat “subsidi” 25 ribu bila makan di restoran di dalam kawasan Parai. Selain restoran, disini juga ada beberapa cottage/bungalow yang bisa disewa. Denger-denger sewanya starts from 400ribuan saja. Tapi entah cottage yang mana, mungkin yang cuma satu kamar. Tapi sebenernya kalau dihitung-hitung lumayan irit juga kalau memang ingin sewa cottage di sini.

Di Parai kami tiba jam 9 pagi, sayang cuacanya kurang mendukung, sempat hujan deras dari jam 10 sampai 11 siang, akhirnya hujannya reda juga. Tapi kami sepakat untuk makan siang dulu sebelum nyebur di pantai *dengan memanfaatkan tiket 25 ribu*. Ternyata makanan di restoran itu mahalnya minta ampun J Kita orang 8 menghabiskan hingga 500 ribu, tapi dikurangi subsidi 200 ribu (25 ribu kali 8 orang). Sebagai gambaran, satu minuman (e.g jus), harganya hanya 30 ribu saja

Setelah makan siang dan solat, kita akhirnya nyebur di pantai… wawww seru…!! Kurang lebih 2 jam kami bermain-main ombak. Ombak di Parai cukup menggoda, apalagi kalau sudah agak sore. Banana boat juga ada, satu kali main 300 ribu untuk 5 orang, tapi kami ga main karena orangnya tanggung dan sudah sibuk dengan pasangan masing-masing heheheheee…

Sekitar pukul setengah 4 sore, kami meninggalkan Parai untuk ke objek wisata selanjutnya, yaitu pemandian air panas Pemali. Dari Parai hanya 20 menitan saja. Di Pemali ada pemandian yang isinya air hangat alam, jadi kami tanpa menanggalkan baju renang langsung bergerak ke Pemali hehehee, keliatan banget pengen ngademnya .

Tiket masuk Pemali hanya 15 ribu per orang, di sini selain pemandian juga ada kolam renang lengkap dengan seluncurannya. Tapi….kayaknya ga usah aja main seluncuran hehehe soalnya keset, susah turunnya. Rekomendasi saya, langsung aja ke pemandian air panasnya, berendam di sana.. rasanya rileks..banget .

Sekitar hampir Magrib akhirnya kami pulang ke Pangkal Pinang. Oiya, saya lupa cerita, di Bangka untuk jalan-jalan kamu sebaiknya menyewa mobil rental. Tapi karena kemarin libur panjang, kami kehabisan mobil rental, akhirnya menyewa angkot. Harganya sih sama saja, sekitar 250-300 ribu (sudah termasuk bensin), tapi ya karena terpaksa karena kehabisan mobil rental (a.k.a Avanza, Innova, dll itu), jadi naik angkot heheee, tapi gapapa yang penting sampai kan😉

Sebelum meninggalkan Bangka, jangan lupa beli oleh-oleh di Jalan Jend Sudirman dekat alun-alun kota, cukup banyak toko oleh-oleh disekitar situ. Oleh-oleh terkenal antara lain kemplang, getas, terasi, dan rusip. Pokoknya hasil olahan makanan lautlah.

Next saya akan lanjut cerita perjalanan ke Belitung, ditunggu ya …

14 thoughts on “Wisata Pulau Bangka

  1. Pingback: ketatkan faraj

  2. @wynne : pulau belitung juga bagus loh🙂 kalo mo ke bangka enaknya sih sekalian ke belitung heheheee…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s