Cinderella Man, Perjuangan yang Sesungguhnya

Buku Cinderella Man yang ditulis oleh Marc Cerasini baru saja saya beli beberapa bulan yang lalu. Sebenarnya agak-agak telat sih, karena kisah biografi sang Cinderella Man sudah difilmkan beberapa tahun yang lalu dengan aktor Russell Crowe dan Renee Zellweger (bener gak ya tulisannya hehehe), dan kalau tidak salah sempat menggondol beberapa penghargaan bergengsi. Buku ini juga sudah lama masuk daftar tunggu saya, tapi mengingat saya belum begitu tertarik membelinya, saya mengurungkan niat saya selama beberapa lama. Hingga suatu hari buku ini terpajang di suatu toko (bukan toko sih, tapi semacam penjual buku di emperan plaza), dengan harga yang lumayan murah. Bersama beberapa buku lain, saya membeli kalau tidak salah enam buku seharga 140 ribu rupiah. Hehehee….murah kan..

So, mungkin resensinya sudah dibaca ribuan kali oleh orang-orang yang tertarik dengan biografi sang petinju ini. Tapi tidak ada salahnya saya menulis ulang sekilas sekaligus memberikan opini saya tentang buku ini. Kisah seorang petinju, Jim Braddock, yang hidup pada masa resesi (ingat Black Tuesday? 29 Oktober 1929?), dimana keuangan dunia amblas ke titik terendah. Jutaan orang awam yang berharap mendapatkan uang lima kali lipat dengan menginvestasikan uangnya di pasar saham terpaksa gigit jari, menganggur, bahkan turun pangkat menjadi gelandangan.

Saat itulah seorang Jim Braddock yang berprofesi sebagai petinju, pada awalnya memiliki segalanya, tiba-tiba harus kehilangan seluruh hartanya. Braddock bersama keluarganya, seorang istri yang sangat dicintainya dan tiga anak yang masih kecil, terpaksa mengontrak di sebuah apartemen kecil yang terpaksa memakai lilin di malam hari akibat tunggakan listrik berbulan-bulan, padahal saat itu sedang musim dingin. Braddock terpaksa mencari penghidupan di pelabuhan, dimana ia dan puluhan orang menjadi kuli panggul.

Adalah seorang Joe Gould, manajer tinju Braddock yang terus mendekati Braddock untuk tetap bertinju. Meskipun mendapat tentangan yang keras dari Mae, istrinya, Braddock nekat untuk menjadi “mangsa” petinju-petinju kelas kakap, a.k.a sand sack-nya mereka sebelum menghadapi petinju yang sesungguhnya, demi menghidupi istri dan anak-anaknya. Tak dinyana, Braddock berhasil memenangkan pertarungan demi pertarungan, hingga pertarungan puncak, dimana ia harus menghadapi seorang petinju berdarah dingin yang sudah membunuh dua orang di ring tinju.

Saya menyukai kisah si Braddock ini, seperti yang ada di sampul bukunya : The toughest game is the game of life. Seorang suami dan ayah, memiliki rasa tanggung jawab yang begitu besar terhadap keluarganya, rela mempertaruhkan nyawanya demi orang-orang yang dia cintai. Baginya bertinju bukanlah mencari kesenangan, tapi semata-mata untuk memperoleh sedikit uang untuk ia hidup dan membayar hutang. Selain itu, buku ini juga menggambarkan bagaimana Amerika di masa resesi. Saya yakin filmnya bagus (karena saya belum pernah nonton juga).

Sayang, saya kurang begitu tertarik dengan cara Cerasini menuliskan cerita ini. Entah kenapa, kok saya ga dapet feel-nya. Ga ada perasaan geregetan, marah, sedih, gembira atau lainnya saat membaca hari-hari Braddock yang penuh kepedihan. Ada sih, tapi ga banyak. Padahal kalau saya berimajinasi sendiri, saya merasa si Braddock ini benar-benar menderita dan helpless. Mungkin karena ini novel terjemahan? Mungkin saja, ya itu salah satu kelemahan novel terjemahan. Makanya saya lebih senang beli novelnya yang asli pake bahasa Inggris, biar lebih kerasa feelnya. Anyway, secara umum tidak ada masalah sih, karena walaupun kurang berasa dari sisi sastra, tapi pelajaran hidup yang saya peroleh dari novel ini sungguh inspiratif dan luar biasa.

Thrusday, Dec 10th 2009, 19.30 PM

One thought on “Cinderella Man, Perjuangan yang Sesungguhnya

  1. Pingback: Novel vs Film « ghie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s