Semangat “Seperguruan”

Beberapa hari ini saya disibukkan oleh pekerjaan besar, Rekrutmen dalam skala besar. Mencari 275 calon karyawan di luar sana, yang tentu saja, bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar yang siap mencaplok para talenta itu🙂

Salah satu pekerjaan saya adalah mencari konsultan psikologi yang akan melakukan psikotes untuk peserta. Kantor lalu mengundang konsultan-konsultan kelas kakap yang sudah biasa menangani ratusan bahkan ribuan orang dalam satu periode psikotes.

Hufff..sempat minder juga melihat pengalaman mereka dengan psikolog-psikolog senior yang berseliweran di proposal mereka. Titik kepercayaan diri saya langsung turun ke derajat terendah, dalam hati, kapankah saya akan seperti mereka?

Anyway,

Salah satu hal yang cukup menarik perhatian saya adalah faktor latar belakang perguruan tinggi para psikolog itu. Setelah saya cermati, hampir semua konsultan memiliki preferensi psikolog dari universitas tertentu. Misalnya, anggap saja konsultan tersebut memiliki background universitas tertentu, maka 8 dari 10 psikolognya dapat dipastikan berasal dari universitas tersebut.

Saya rada tercengang juga, dalam hati saya mbatin.

Universitas Diponegoro, dengan Fakultas Psikologinya baru berdiri di tahun 1996 dan baru tahun 2000-an menelurkan psikolog nya (itu pun bukan psikolog profesi, karena sampai saat ini yang saya tahu, belum ada Program Magister Psikologi di Undip), tentu pula masih sangat sedikit alumninya. Bila satu angkatan hanya sekitar 100 orang, maka belumlah genap 1000 orang alumnus Psikologi Undip yang berseliweran di dunia kerja.

Dengan kondisi yang seperti ini, ada sedikit kecemasan, kapankah Undip, terutama Fakultas Psikologinya, bisa disejajarkan dengan Universitas lain seperti UI, Unpad, UGM, dan bahkan di Semarang pun, masih kalah pamor dengan Unika Soegijopranata. Mungkinkah karena belum banyak alumninya, atau hanya sekedar kurang kuatnya persatuan alumni Psikologi Undip? Kapankah nama Japsi (Jasa Psikologi Undip) – ga tau sekarang gimana nasibnya, dapat setenar LPT-UI?

-dariseorangyangsangatmencintaialmamaternya, tanpabermaksudmenyinggungsiapapun, karenamungkinsayajugatersinggung-

One thought on “Semangat “Seperguruan”

  1. Mmm..bicara soal semangat ‘seperguruan’, saya rasa setiap orang memiliki semangat yang sama. saya mendapati kenyataan bahwa saya tidak mampu bersaing, dalam kurung ‘less confidence’ pada saat bersaing dengan mereka-mereka yang dari sana (yang universitasnya nge-top banget) seperti yang dari UI-ITB-ITS-Trisakti-UGM dkk. yang pada fakta, alumni2nya mudah sekali mendapat pekerjaan & job. sedangkan kita yang dari daerah bersaing mati-matian, coba lagi, gagal, coba lagi dan gagal lagi, dan sampe sekarang masih terus mencoba.
    Apanya yang salah? apa mungkin salahnya ibu yang mengandung? ternyata tidak. mungkin pada kenyataannya, universitas2 tsb. memang lebih mapan, lebih canggih, dan lebih lain-lainya.
    Yang ada sekarang, tinggal kata semangat. Ayo semangat memperbaiki diri, mengangkat citra almamater kita, terus mencoba, dan BUKTIKAN KALAU KITA MAMPU.
    ———————————————
    dari seorang alumni Teknik – UNSRI, yang lulus dengan predikat ‘Cum Laude’.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s