aku merasa.. mencintaimu seperti menenggak ramuan pahit yang tak mengobati apapun. luka-luka yang selalu kau ulangi, mencambukku terus menerus, aku jadi bertanya-tanya, apakah kau melakukannya dengan sadar, sengaja, ataukah memang perangaimu? iya sudahlah aku bertanya, namun kau tak hiraukan. haruskah aku tak hiraukanmu juga?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s