Fenomena Nikah Beda Kota

Beberapa waktu yang lalu, sahabat dekat saya curhat tentang pacarnya yang beda kota. Kebetulan tuh pacarnya seorang tentara (which ga tau tiba-tiba bakal pindah kemanaaaa lagi in the next several years), dan parahnya lagi, sahabat saya ini sendiri pun kerja di institusi yang mengharuskannya pindah-pindah kerja tanpa kompromi. Dia lantas pengen dikenalkan dengan teman-teman kantor saya yang mungkin lagi hunting cewek🙂 Yah, minimal kalo teman kantor saya, kemungkinan dimutasi keluar kota agak kecil, tapi ya itu syaratnya, bersedia punya istri yang pindah-pindah kota.

Hem, actually fenomena after married trus suami dan istri tinggal di kota yang berbeda, ini udah cukup marak saya temukan. Ada beberapa teman saya juga sampai sekarang masih betah tinggal beda kota dengan suami / istrinya. Ya, maklumlah, saat ini sudah banyak perempuan yang juga punya karir sendiri. Apalagi kalau bekerja di tempat yang punya banyak cabang atau kantor perwakilan di seluruh Indonesia, harus siap kapan saja dimutasi. Ada banyak pertimbangan untuk melepaskan karir, namun di sisi lain, pada akhirnya mereka-mereka yang pacaran juga nantinya menikah.

Kita juga tidak bisa terus menyalahkan sang perempuannya, karena saat ini pun, banyak juga laki-laki yang ingin memiliki istri yang bekerja. Selain bisa membantu dari segi perekonomian keluarga, dari sisi psikologis juga, seorang istri yang bekerja akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berinteraksi dengan dunia luar yang dinamis, yang memungkinkannya untuk berkembang secara psikis.

Yang jelas, suami istri yang setelah menikah lalu tinggal di kota berbeda, ini adalah suatu fenomena yang menarik. Tentu saja banyak sekali pertimbangan yang telah mereka pikirkan matang-matang, terutama pertimbangan 5, 10, bahkan 30-40 tahun mendatang. Fenomena ini bukanlah sesuatu yang ganjil, tapi perlu juga mungkin diteliti apa bedanya dengan orang yang menikah dan tinggal di satu atap.

Ada yang sudah tau apa bedanya?

7 thoughts on “Fenomena Nikah Beda Kota

  1. slam knal..berbeda kota plagi u/ jngk wktu yg lm sebaiknya dfkirkan lg dgn baik. Kalo bs, fenomena istri bkerja jg kalo bs diusahain yang paruh waktu,selebihnya utk fokus suami&anak2 aja. Wallohua’lam..! Na’udzubillah,dr pnglmn bbrp ortu murid dt4 q ngjar,ujung2nya kasian banget anak-anaknya..and wlwgmnapun apabila qt sbg muslimah,keluarga tetap no 1 deh kyaknya (bismillah, q blm nikah, mdh2 jln q & qt smw dpermudah Allah SWT utk kehidupan yang lebih baik stelah bkluarga,sakinah mawaddah wa rahmah). amiin…

  2. aminnn…utk harby..

    yah, semua pilihan ada konsekuensinya, dan setiap orang punya prioritas dan pandangan sendiri2… ^_^

  3. Usahakan berkarir d kota yg sama dg suami.. jika berpisah sementara krn menempuh pendidikan, it’s ok.. yg penting setelah selesai pendidikan bs kumpul lg dengan suami dan anak-anak..In my opinion, Wanita akan lebih berharga jika dia “berarti” untuk keluarganya..

  4. @fitri : klu pendapat pribadi saya jg sama, “berarti” untuk keluarga, apalagi sih yang dicari perempuan (kalau dilihat dari sudut pandang agama) selain ridho suami🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s