Kelangkaan Pupuk

Berikut beberapa info kelangkaan pupuk di beberapa daerah di Indonesia, saya cuplik beberapa kalimat saja, dengan perubahan disana-sini.

Pupuk Langka, Target Produksi Beras Terganggu

 

Viktor Siagian (Penulis alumnus IPB, peneliti pada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumsel, Badan Litbang Deptan, Palembang)

 

Sebagian besar petani kita mulai memasuki Musim Tanam Musim Hujan/Rendeng 2008/2009 pada bulan ini. Musim ini sangat vital, karena pada MT ini dihasilkan lk. 65% produksi padi nasional. Masalahnya petani saat ini dihadapkan pada kelangkaan dan mahalnya harga pupuk. Hal yang berulang-ulang terjadi selama beberapa tahun belakangan ini. Harga pupuk Urea subsidi misalnya Rp 1400 – 1500/kg sedangkan non subsidi bisa mencapai lebih dari Rp3.000/kg. Padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah adalah Rp 1200/kg.

 

 

Sumber : http://www.sinarharapan.co.id/berita/0811/14/opi01.html 

 

Petani di sejumlah desa di Kabupaten Bengkulu Selatan mengeluhkan langkanya pupuk bersubsidi di pasaran, padahal saat ini sedang memasuki musim tanam.

Kabupaten Bengkulu Selatan khususnya Kecamatan Seginim dan Air Nipis merupakan sentra penghasil padi di Provinsi Bengkulu. Saat ini sawah beririgasi dan tadah hujan di Desa Daratan Sawah, Pasar Baru, Dusun Tengah, Bandar Agung, Pajar Bulan dan Daratan Seginim siap ditanami padi serta jagung. Tapi tiba-tiba pupuk bersubsidi hilang dari pasaran, terutama jenis urea.

Supervisor Pengadaan dan Penjualan PT Pusri Daerah Bengkulu Mukhlis Sofyan mengatakan pihaknya mendistribusikan pupuk urea bersubsidi berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diajukan pedagang eceran.

Karena itu, ia menganjurkan petani membentuk kelompok untuk mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai SK Memperindag Nomor 2 Tahun 2008 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian.

“Petani dengan lahan seluas di bawah dua hektare diharuskan membentuk kelompok, kemudian mengajukan kebutuhan pupuknya dengan RDKK. HET (harga eceran tertinggi) pupuk urea bersubsidi Rp1.200 per kilogram,” katanya.(*)

Sumber : http://www.antara.co.id/arc/2008/8/25/memasuki-musim-tanam-pupuk-bersubsidi-langka/

 

Ini contoh yang dapat dilakukan di tingkat lapangan :

Wednesday, 19 November 2008 13:31 WIB

 
Pemprovsu telah melakukan relokasi pupuk bersubsidi antara kabupaten/kota dua kali melalui Keputusan Gubsu No:521.33/2676/K/tahun 2008 tanggal 5 Agustus 2008 juga melalui Keputusan Gubenur No: 521.33/3692/K/tahun 2008 tanggal 28 Oktober 2008 sebagai tindak lanjut keluarnya Keputusan Dirjen Tanaman Pangan No:09/Kpts/HK.310/C/09/2008 tentang relokasi antar provinsi.

Kebijakan lain yang telah dilakukan, lanjutnya, yakni melakukan koordinasi antara semua pihak yang terkait dengan penyaluran pupuk bersubsidi di Sumut seperti produsen PT. Pusri dan PT. Petrokimia Gersik, distributor hingga pengecer di kecamatan (lini IV) serta mengaktifkan Komisi Pengawasan Pupuk provinsi/kabupaten.

Sumber : http://www.waspada.co.id/berita/pupuk-langka-karena-perbedaan-angka-ketersediaan.html

 

 

~~~~~~~~~~~~~

Hem…. sebenarnya produsen pupuk telah memberikan hasil maksimal bagi ketersediaan pupuk di Indonesia. Berikut cuplikan dari http://pusri.wordpress.com/2007/10/09/industri-pupuk-pulih-tahun-2008/

Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri), Dadang Heru Kodri, menuturkan mulai tahun depan seluruh pabrik Pupuk Kalimantan Timur (PKT) yang selama ini jatah gasnya dialihkan ke PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dapat berproduksi penuh. Pasalnya, pabrik PIM sudah memperoleh pasokan gas dari ExxonMobil Oil Indonesia untuk memenuhi kebutuhan operasional selama 2008. ”Tahun 2008 swap gas dari PKT ke PIM dipastikan sudah tidak ada lagi, karena PIM sudah mendapatkan pasokan gas sebanyak 12 kargo dari Exxon ” ujar Dadang di Jakarta akhir pekan lalu.

Dengan teratasinya masalah pasokan gas PKT dan PIM ini, lanjut Dadang, maka seluruh pabrik pupuk di dalam negeri yang berjumlah 14 pabrik, dapat berproduksi secara pada tahun depan. Ke 14 pabrik ini, sambung dia, akan mampu menghasilkan produksi 7,5 juta ton pupuk. ”Jadi tahun 2008, ketersediaan pupuk di dalam negeri lebih tidak langka lagi,” tandasnya.

Direktur Pemasaran Pusri, Bowo Kuntohadi, menuturkan dengan tambahan sisa stok dari tahun 2007, maka total ketersediaan pupuk nasional sepanjang 2008 akan mencapai 8 juta ton. ”Jika kebutuhan pupuk nasional pada tahun depan sama dengan tahun ini sebesar 6,5 juta ton, maka akan surplus 1,5 juta ton,” paparnya.

Setiap tahun masalah yang sama terus terjadi. Sepertinya masalahnya ada pada rantai distribusinya. Ditengarai ada penimbunan oleh spekulan yang berharap harga melambung dulu, baru pupuk dilepas ke pasaran. Kaum oportunis yang bersenang-senang di atas penderitaan para petani, kaum agraris yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi mikro.

Tanggapan Anda?

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s