Yogyakarta (next part)

Okey…. seperti janji saya terdahulu, saya akan menceritakan beberapa kisah perjalanan saya.

Hem, untuk kali ini saya ingin menceritakan kisah perjalanan saya ke kota yang paling sering saya kunjungi waktu saya kuliah di Undip. Kota itu adalah……..(musik intronya bunyi…)….Yogyakarta. Walah, balik-balik ke Yogya lagi? Ya iya lah. Karena kota ini termasuk salah satu kota terdekat dari Semarang yang menyenangkan untuk dikunjungi. Dibandingkan Solo, saya jauh lebih sering ke kota yang dijadikan ilham oleh Kla untuk bikin lagu ini. Alasan utama, tentu saja karena di Yogya saya bisa nginep di rumah sahabat dekat saya waktu SMP dan sahabat SMA saya. Sedangkan kalau di Solo, saya tidak bisa nginep dan tidak ada tour guide. Walhasil, selama sekitar 6 tahun di Semarang, saya hampir tidak pernah main ke Solo. Paling banter ke Solotigo heheheee alias Salatiga.

Perjalanan Semarang-Yogya menempuh jarak sekitar 3 jam (bila menggunakan bis umum) dan sekitar 2 jam lebih sedikit kalau pakai kendaraan sendiri (apalagi kalau ngebut). Kita bisa mencari bis jurusan Yogya di Terminal Bus Terboyo atau Terminal Bus Banyumanik (yang ada di daerah atas). Disana, hampir tiap menit ada bis ke Yogya. Tinggal pilih, mau yang AC atau ASe (angin sepoi-sepoi). Harganya lumayan jauh sih. Terakhir saya naik bis yang ASe, masih di bawah 10 ribu rupiah (jaman batu kali ya). Setelah itu, setelah punya motor, saya lebih memilih naik motor, dengan pertimbangan duit. Pakai motor, cuma isi bensin full, bisa sampai ke Yogya, plus sama jalan-jalan keliling kota.

Pertimbangan lain saya lebih sering pakai motor, karena sistem transportasi di Yogya kurang bersahabat (ini opini saya pribadi). Bukan karena banyak tindakan kriminal, tapi lebih karena transportasi (terutama bus), memiliki trayek yang pendek dan/atau terbatas (baik terbatas secara jarak tempuh, jumlah kendaraan, maupun jam operasinya).

Ada beberapa tempat yang paling sering saya kunjungi di Yogya :

1. Malioboro
Siapa yang tidak kenal Malioboro? Jalan yang terbentang antara Tugu Yogya sampai perempatan Kantor Pos ini adalah jalan yang paling terkenal di Yogya (di Indonesia, saya kira juga sama, hanya dikalahkan oleh kedigdayaan Jalan Sudirman atau Kuningan di Jakarta hehehee).
Di jalan ini, Anda bisa menemukan ribuan pedagang batik dan pernak perniknya, tempat berburu oleh-oleh, hingga tempat nongkrong yang asik (apalagi kalau malam, ditemani pengamen dan duduk lesehan di warung-warung pecel lele). Kalau tidak puas, ada juga pasar Beringharjo yang lebih banyak pilihan souvenir yang bisa didapatkan.
Saya pernah juga satu kali kesana, ada semacam festival budaya di jalan tersebut. Di sana terdapat ratusan stan-stan menarik dan unik yang menjual pernak-pernik yang kayaknya semuanya pengen diborong, dan sekaligus menyajikan tontonan menarik. Ada pula festival band nya waktu itu. Wah, semarak sekali….

Paling enak sih kesini kalau malam hari, karena suasananya lebih semarak. Apalagi kalau ditemani dengan seseorang yanggg hemmm….

 

2. Shopping

Letaknya tidak terlalu jauh dari Jalan Malioboro. Tepatnya sekitar 100 meter perempatan pos, belok ke kiri.

Ini juga salah satu tempat favorit saya kalau ke Yogya. Dan tempat favorit hampir seluruh mahasiswa di Jawa Tengah, Yogya, dan sekitarnya. Shopping ini seperti halnya kawasan Kwitang, Jakarta. Di dalamnya kita bisa belanja buku-buku pelajaran, buku kuliah, agama, filsafat, sampai buku cerita juga ada. Soal harga?? Hehehee…. Udah tau dong kenapa shopping jadi tempat favorit banyak mahasiswa (terutama mahasiswa yang kantongnya kering sepanjang bulan). Bisa miring sekali, sampai 30-40 %. Bahkan, saya pernah beli Kamus Oxford di sini, hanya 65 ribu rupiah saja. (setelah saya cek di toko buku terkenal, harganya sampai ratusan ribu rupiah…..kalau tidak salah mencapai 350ribuan). Tapi emang kamusnya palsu sih, halaman-halaman berwarnanya tidak ada. Maklum kayaknya fotokopian. Tapi kan lumayan…

Ini tempat tongkrongan wajib kalo saya ke Yogya. Minimal beli 1-2 buku novel hehehe…

 

3. Togamas

Shopping emang rada-rada tersaingi dengan adanya Toga Mas. Yup, toko buku yang terletak tepat di perempatan Gejayan – Ring Road Utara ini memang salah satu tempat lain yang favoritnya untuk belanja buku. Everyday is discount minimal 20%. (ga tau deh kalo sekarang). Selain tempatnya cukup strategis, juga dekat dengan perkampungan mahasiswa (walah, kalo masalah jauh dekat sih, itu bukan masalah di Yogya, soale semuanya terasa dekat, alias kotanya ga terlalu gede).

 

4. UGM

Weww…masuk juga ya sebagai tempat tujuan wisata? Hueueueeue….. Sebenernya bukan UGM-nya persis sih, tapi keseluruhan UGM. Yah,,jalan-jalan antar fakultas, sejuk banget, secara banyak pohon-pohon yang rindang, terus juga tempat makan yang berderet-deret, tinggal cari aja, mo yang paling murah sampe yang paling mahal (dalam hal ini angkringan termasuk bukan yang paling murah, krn sudah terkenal, jadi harganya agak didongrak dikit hehehee). Kampus-kampusnya juga lumayan oke-oke. Contohnya kampus fakultas teknik. Itu loh, gedung yang ada di tengah-tengah kampus (saya lupa namanya apa), seru banget. Bisa nongkrong sambil buka laptop trus diskusi ma temen-temen kuliah (walopun ga tau deh diskusiin apa, paling banter diskusi tentang cowo ganteng di jurusan sebelah)

 

Kalau lagi iseng sih, ada beberapa tempat lain yang saya sempat kunjungi, tapi ya kurang bermakna, lagian saya udah lupa tempat-tempatnya. Tapi actually, saya tuh lebih senang jalan-jalan aja di sana, menikmati suasana kota tanpa harus singgah di satu tempat. Kadang kalau lagi iseng, saya berangkat dari Semarang pagi-pagi sekali, sekitar lepas Subuh, nyampe di sana, jam 7-8 pagi, lalu ngupi-ngupi dikit di burjo temenku.. After that yaa,,,, mbangunin pacarku itu loh (wups, mantan pacar maksudnya), trus jalan ma dia mpe sore… Malamnya sekitar abis magrib, pulang deh ke Semarang. Iseng banget yak, heheheee…

 

 

 

2 thoughts on “Yogyakarta (next part)

  1. Setuju. Yogyakarta is a lovely place to hang around. Merasa diterima dengan sapaan orang-orangnya, “Monggo mas..mbak..badhe tindak pundi?? Becak nopo?” He..he2x

  2. “Kampus-kampusnya juga lumayan oke-oke. Contohnya kampus fakultas teknik. Itu loh, gedung yang ada di tengah-tengah kampus (saya lupa namanya apa), seru banget.”

    Oh… itu namanya KPTU (Kantor Pusat Tata Usaha). Keren yah kampus teknik, ya iyalah.. kampus gue ..he..he🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s