Ternyata sulit untuk menyatakan diri ketika kau menerima kenyataan yang tak kau hadapi dengan kekuatan yang optimal. Demikian pula saat kau menumpahkan seluruh kepingan jiwamu hanya kepada waktu yang berdetak, tanpa kau tahu ia telah pergi hingga ke ujung jurang dan sedikit lagi tak akan kau lihat bahkan bayangannya.

 

 

Ada separuh kehidupan yang kau hembuskan pada angin dan ia membawanya bersama langit ke arah yang ingin kau tuju, namun ia bergerak amat pelan. Hampir saja kau akan marah kepada mereka, namun pikiranmu menguncimu dan berkata, beban mana yang tak berat ? Lalu kau diam saja sambil hatimu menggerutu.

 

 

Ketika kau menyadari, semua bergerak, kau merasa seperti anak kecil yang autis, punya kehidupan sendiri dan tak mau bergabung untuk merotasi. Kau hanya terkungkung di pojok hingga kau terbangun karena terkejut dunia bukan seperti yang kau harapkan, lalu kau tidur kembali.

 

 

Hei, ini kemisteriusan kehidupan, kau bisa gila saat kau tak melakukan apa-apa selain bertanya, bagaimana kabar kehidupanmu yang sedang kau hembuskan pada angin itu.

 

Wake up, girl!!! It’s you I want to look. And it’s not you that give your destiny to the wind and hope nothing.

 

 

Biarkanlah ia menghilang, sebab ia mungkin saja akan menjadi kenanga busukmu, seperti mereka yang telah memberikan setetes alkohol di lukamu dan kau menjerit, tapi kau telah kebal, kan ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s