Blog Bisnis ku : perlengkapananakpalembang.blogspot.com

Sekian lama berkutat dengan dunia HR, membuat saya sedikit jenuh dengan rutinitas. Eh iseng-iseng saya coba-coba berbisnis, via facebook dulu, ternyata seru🙂

 

Saya sekarang sedang coba membangun blog. Namanya : http://www.perlengkapananakpalembang.blogspot.com

Silakan mampir ya jika teman-teman membutuhkan perlengkapan untuk anak, eh untuk ibunya juga ada loh.

 

Barang yang saya jual antara lain :

1. Baju anak murah berkualitas (untuk sekarang, baru ada dari usia 1-2 tahun)

2. Baju bayi (jumper), untuk baby usia kurang dari 1 tahun

3. Peralatan keselamatan anak, antara lain pengaman knob kompor, pengaman sudut meja, pengganjal pintu dll

4. Beragam jenis organizer, yang bisa dipakai untuk travelling, dinas kantor, atau dipakai di rumah.

Harga murah bersaing… namanya aja baru belajar bisnis, dan masih berstatus karyawan, jadi ya, actually masih dalam tahap “ISENG”🙂

 

Ini tampilan blog saya

Image

 

Jangan lupa mampir ya🙂

Apa saja yang dipelajari di jurusan Psikologi – bagian 2

Seperti yang pernah saya ceritakan pada bagian 1, kita lanjut ya cerita-cerita tentang apa saja sih yang dipelajari di jurusan psikologi?

 

Selanjutnya, kita cerita-cerita tentang mata kuliah psikodiagnostik yuks. Pada saat saya kuliah, ada beberapa mata kuliah tentang psikodiagnostik, yaitu :

 

1. Psikodiagnostik 1 : Administrasi Skoring Baterei & Tes

Berisi tentang bagaimana cara melakukan administrasi tes, standar instruksi, melakukan skoring, standar pelaksanaan tes, dll.

 

2. Psikodiagnostik 2 : Tes Inteligentasi

Berisi tentang teori-teori inteligensi, lengkap dengan alat tes yang biasa digunakan. Waktu itu kami tes nya ke anak-anak. Seru loh, karena kalau tes bakat untuk anak, prosesnya lebih fun, tidak hanya menulis (seperti biasa masuk kerja), tapi juga menyusun balok, mengingat, dll.

 

3. Psikodiagnostik 3 : Tes Bakat

Berisi tentang teori-teori Bakat, lengkap dengan penjelasan bagaimana cara mengadministrasi & skoring tes bakat. Waktu itu kami melakukan tes kepada remaja usia 18 tahun, yang baru akan masuk kuliah. Ya jadinya kerjasama yang saling menguntungkan, karena ybs juga ingin tahu jurusan yang ingin dipilihnya, kita juga jadi ada bahan kuliah🙂

 

4. Psikodiagnostik 4 : Tes Grafis

Kalau saudara-saudara pernah dengar tentang Tes Menggambar Manusia, Tes Menggambar Pohon, Tes Menggambar 8 kotak (Wartegg), disini belajar tentang itu semua.

 

5. Psikodiagnostik 5 : Tes Pauli, Kraeplin, dan Inventory

Berisi tentang seluruh hal tentang tes kemampuan kerja, mulai dari administrasi, skoring, dlsb. Tes Pauli atau Kraeplin biasanya mengukur tentang kemampuan seseorang melakukan sesuatu di bawah tekanan, dengan batas waktu yang ditentukan, semangat kerja, hingga toleransi stres. Bisa dipakai untuk dunia kerja maupun klinis. Sedangkan inventory adalah pengenalan alat-alat tes minat dan kepribadian. Secara alat tes minat dan kepribadian jumlahnya buanyakk, jadi sewaktu kuliah, memang ada beberapa yang sedikit didalami, seperti EPPS, Papi kostick, dan 16PF (sekarang dikenal dengan 15PF),ada juga tes minat (saya lupa apa namanya, kalau gak salah Kuder), sisanya hanya perkenalan saja.

 

6. Psikodiagnostik 6 : Tes Rorschach

Ini kalau bisa dibilang, salah satu tes favorit saya hehehee…

 https://i1.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ea/Rorschach_inkblots.jpg/250px-Rorschach_inkblots.jpg

Sumber : Wikipedia

Tes Rorschach masuk dalam kelompok tes proyektif. Tes proyektif adalah tes dimana si testee (orang yang dites) tidak tahu arah interpretasi tes. Berkebalikan dengan tes non-proyektif, dimana si testee sudah tahu perkiraan apa yang akan digali. Contoh tes non-proyektif adalah tes kemampuan (tes inteligensi), tes bakat, dll. Contoh tes proyektif selain Rorschach adalah segala bentuk Tes Grafis dan TAT (penjelasan di nomor 8).

Tes ini akan memunculkan pikiran-pikiran atau perasaan testee yang “diproyeksikan” ke gambar inkblot yang bersifat ambigu. Hebatnya tes-tes yang sifatnya proyektif adalah tes ini mengungkapkan apa yang tersembunyi di bawah “gunung es”, yaitu kepribadian, motif, hingga black shadows yang mati-matian kadang kita sembunyikan. Seru ya🙂 Kadang kita memakai topeng pada interaksi kita sehari-hari, berusaha sama dengan lingkungan sosial kita sehingga tidak dianggap absurd, tapi dengan tes ini…..hehehe… kesannya gimanaa gitu ya🙂 Oke, kita lanjut ke psikodiagnostik berikutnya.

 

 7. Psikodiagnostik 7 : Observasi & Interview

Seperti judulnya, mata kuliah ini berisi tentang teori-teori pelaksanaan observasi dan interview, hingga bagaimana menginterpretasikan hasil pengamatan dan wawancara. Waktu itu kami mengerjakan tugas secara berkelompok, dan mengambil data di satu rumah sakit di Semarang untuk mengobservasi dan mewawancara pasien rumah sakit. Ini judulnya : “Kepuasan Pasien dan Keluarga Pasien terhadap Pelayanan Perawat di Rumah Sakit Roemani Semarang”.

 

8. Psikodiagnostik 8 : TAT & CAT (Thematic Apperception Test & Children Apperception Test)

Ini juga salah satu mata kuliah psikodiagnostik paporit🙂 Termasuk juga dalam tes proyektif, berupa deretan kartu, dimana testee diminta untuk menceritakan secara bebas apa yang terlintas dipikirannya saat melihat kartu tersebut. Eits, ada juga loh kartu kosong, alias kartu yang tidak ada gambarnya sama sekali. Seru sekali untuk mengetahui bagaimana orang membaca kartu ini🙂 Sama seperti Rorschach, kedalaman interpretasi serta jam terbang tester sangat berpengaruh terhadap hasil akhirnya. Ilmu yang benar-benar menarik🙂

 

So, mudah-mudahan cerita tentang ilmu ini bisa membuat teman-teman memiliki sedikit gambaran mengenai kuliah di psikologi🙂

 

 

 

 

Apa saja yang dipelajari di jurusan Psikologi?

Sejak diriku membuat blog ini tahun 2008, postingan secara konsisten dikunjungi adalah tulisan tentang Jurusan Psikologi. Banyak sekali komentar utamanya oleh adik-adik yang sudah akan lulus SLTA dan mungkin sedang mencari-cari jurusan apa yang paling cocok dengan keinginan serta disesuaikan dengan kemampuan. Terus terang saya agak kaget kok postingan saya ini termasuk yang rajin dikunjungi, padahal isinya cuma tentang “persaingan antar universitas”🙂 So, sebelumnya, saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas apresiasi orang-orang yang sudah mampir ke blog saya, dan mohon maaf tidak dibalas satu persatu, karena biasanya sudah terjawab di bagian atas jadi tidak saya balas lagi🙂

Anyway, gara-gara banyaknya komentar itulah, saya jadi ingin berbagi cerita tentang kuliah yang mungkin sudah “usang” karena saking lamanya saya meninggalkan bangku kuliah, tepatnya hampir 10 tahun yang lalu🙂

Mengawali cerita pagi ini, izinkanlah diriku memperkenalkan diri sekali lagi, agar teman-teman yang membuka blog ini mengetahui latar belakang saya sekaligus dapat membandingkan apa yang saya dapat di universitas tempat saya ngampus belum tentu sama dengan kampus lainnya dan juga belum tentu sama dengan kondisi saat ini.

Saya kuliah di Psikologi (dahulu kala masih tersebut “Program Studi” yang berada di bawah Fakultas Kedokteran, tetapi saat ini sudah menjadi Fakultas sendiri) Universitas Diponegoro, Semarang. Angkatan Noceng (ada jaketnya loh, tulisannya PsikoNoceng, duuhh agak aneh sebenernya, tapi ya sudahlah, ikut aja sama desainer yang mbuat). Btw Noceng itu = angkatan 2000. Lalu lulus akhir tahun 2005 dan diwisuda Januari 2006.

Kuliah psikologi di awal-awal semester, jangan membayangkan langsung ngetes orang ya🙂 seperti kuliah-kuliah di tempat lain, tentu saja ada namanya pelajaran Kewarganegaraan *sstt saya cuma masuk hari pertama dan hari terakhir (untuk tau info kapan semesteran hehehe), Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dll yang sudah sering “dimakan” pas sekolah.

Nah pelajaran yang paling seru dan belum pernah dapat di sekolah yaitu pelajaran Filsafat. Filsafat itu, katanya, pelajaran paling tua di dunia, sekaligus menjadi mata kuliah paling abstrak yang saya tahu🙂 Di psikologi, mata kuliah berbau Filsafat (dan yang menyedihkannya, semuanya mata kuliah wajib) ada 4, yaitu Pengantar Filsafat, Filsafat Ilmu & Logika, Filsafat Manusia, dan Filsafat Fenomenologi. Aseeem, dengernya aja baru sekali itu, gimana mempelajarinya🙂 So, siap-siap saja menguraikan dalam bentuk paper mengenai : mengapa sapi berkaki empat, mengapa manusia bisa berjalan, mengapa saya ada di sini, dll tapi tidak boleh dikaitkan dengan takdir, ketentuan Tuhan, dan sejenisnya🙂 Dan kita gak akan tahu apa fungsi dan keterkaitan ilmu filsafat ini sampai kita ada di dunia kerja dan berhadapan dengan kasus🙂 Jadi ya dinikmati saja hidangan kuliah filsafat hingga semester 5 bahkan 7 jika ngulang.

Anyway, dulu saya masih dapat kuliah dengan beban SKS yang cukup banyak, kalau saya tidak salah ingat, saya mengambil hampir 150 SKS, yang terbagi dalam 10 semester. Kalau jaman sekarang, banyak mata kuliah wajib yang dijadikan mata kuliah pilihan, sehingga semester 6 sudah bisa persiapan Skripsi, tapi jaman saya dulu, mata kuliah kayaknya gak abis-abis sampai semester 8, baru bisa konsentrasi memikirkan Tugas Akhir. Itu pun sebenarnya cukup menyedihkan karena faktanya, saya termasuk dalam rombongan S1 yang “tak diakui”.

Maksudnya?

Lulusan S1 Psikologi sebelum tahun 1993 dapat langsung membuka praktik dan dijuluki “psikolog”. Padahal dengan mata kuliah yang tidak terlalu jauh berbeda, karena sewaktu jaman saya kuliah (tahun 2000), mata kuliah Psikodiagnostik (nanti saya cerita ya apa itu mata kuliah psikodiagnostik) seluruhnya harus diambil alias wajib, tidak seperti sekarang yang merupakan mata kuliah pilihan. Jadi rasanya tidak adil karena faktanya saya belajar alat-alat tes dan belajar mengujinya tapi tidak diizinkan untuk membuka praktik dan dijuluki “psikolog” dan harus mengambil kuliah S2 dulu. Pernah saya lihat komentar orang yang intinya “gak susah kok ngambil kuliah S2”. Siapa bilang gak susah, mungkin ente ada di kota besar yang mudah mengakses universitas yang memberikan kuliah S2, tapi buat orang-orang lain yang sulit mengakses kampus, sehingga harus memikirkan biaya, waktu, tenaga untuk lanjut kuliah, it’s a different thing, you know🙂 -hehehe boleh ya curcol, khan blog sendiri.

Kembali ke…..laptop, yang ditulis dengan huruf miring itu boleh dibaca boleh tidak, karena pendapat pribadi🙂

Selain mata kuliah Filsafat, mata kuliah lain yang wajib orang tahu sebelum masuk psikologi adalah Statistik. Ya, banyak orang yang salah mengira, masuk psikologi tidak akan ketemu dengan pelajaran hitung-hitungan, dan berharap dengan masuk psikologi, maka tidak akan pusing dengan matematika🙂

Walaupun tidak terlalu njlimet, namun Statistika adalah ilmu yang perlu diwaspadai, heheee.. karena kebanyakan ya itu, teman-teman saya (termasuk yang ngomong), biasanya masuk ilmu sosial berharap tidak bertemu ilmu pasti, karena lemahnya disana. Statistika biasanya terbagi atas Stat 1, Stat 2. Ilmu ini dibutuhkan nantinya untuk menyusun Skripsi. Pernah lihat kan mahasiswa psikologi nyebarin kuesioner? Nah, setelah kuesioner disebar, akan diolah menggunakan ilmu ini, dengan bantuan software SPSS.

Selain mata kuliah yang mendasar dan “kelihatannya” tidak memiliki hubungan langsung dengan ilmu psikologi, tentu saja ada mata kuliah-mata kuliah yang memang mempelajari tentang ilmu psikologi, di awal-awal semester, mata kuliah yang biasa diberikan antara lain :

1. Psikologi kepribadian – mempelajari sejarah dan filosofi dasar pengelompokan kepribadian-kepribadian, jenis-jenis kepribadian, dll.

2. Psikologi umum – mempelajari seluruh aspek ilmu psikologi, jadi lebih ke perkenalan apa saja yang dipelajari dalam psikologi.

3. Psikologi klinis – mempelajari tentang masalah-masalah kejiwaan, jenis-jenis penyakit kejiwaan, sampai ke bagaimana penanganannya.

4. Psikologi perkembangan – mempelajari ilmu perkembangan manusia mulai dari lahir sampai tua.

Kalau masih awal-awal semester biasanya semuanya dipelajari secara umum, jika sudah mulai menjurus, misalnya psikologi perkembangan, mulai dipisah-pisah, misalnya ada psikologi perkembangan anak, psikologi untuk manula, dsb. yang biasanya berupa mata kuliah pilihan.

Di babak selanjutnya, nanti kita ngobrolin tentang mata kuliah Psikodiagnostik ya, yang sampai sekarang masih menjadi “trade mark”nya lulusan psikologi. Ditunggu ya🙂

Menulis, antara idealisme dengan realisasi

Friday, May 3rd 2013

Tidak terasa sudah lebih dari 1 tahun saya tidak menulis, wah seperti melayang-layang imajinasi saya, membayangkan dahulu begitu tingginya passion saya terhadap kegiatan tulis menulis, termasuk membaca, yang sekarang tenggelam di antara kesibukan mengurus anak dan keluarga, di antara rutinitas bekerja, dan di antara keseharian mencoba mencari me-time untuk sekedar minum soft drink favorit saya dan duduk santai sambil mengetik satu dua paragraf.

Memang tidak gampang untuk duduk dan memulai lagi seperti dulu, hanya memang saat ini saya baru dirotasi ditempat yang pekerjaan rutinnya tidak terlalu menuai kesibukan, sehingga saya memiliki sedikit waktu luang untuk mencari tambahan pengetahuan, mencari kesibukan sendiri, dan -tentu saja- memanfaatkan jam kerja untuk menulis.

Wah, jangan negative thinking dulu ya, heheheee, menulis memang tidak masuk dalam KPI individu saya, tapi saya merasa inilah salah satu jalan untuk mengasah keterampilan menulis saya yang sudah tumpul entah mungkin sudah berkarat dan siap dibuang🙂 daripada saya terus-terusan online chatting atau cari ol shop untuk beli barang, mending saya manfaatkan untuk kegiatan yang lebih berguna dan tidak menguras kantong hehehe…

Dan sebenarnya juga, saya merasa banyak sekali manfaat memiliki keterampilan menulis dalam dunia kerja. Bagi saya, utamanya, pekerjaan saya yang mesti banyak mengeluarkan ide-ide, membutuhkan keterampilan menulis yang baik, karena kita harus bisa menceritakan apa yang ada di kepala kita kepada orang lain dengan bahasa yang menarik dan mudah dimengerti. Tujuannya? Agar mereka mengerti dan mau mendukung “agenda” kita. Pekerjaan saya juga menuntut untuk mengolah informasi yang hanya bisa dimengerti oleh latar belakang yang sama sedemikian rupa sehingga dapat dicerna dengan mudah oleh orang lain yang berbeda latar belakang, utamanya orang yang “hanya” mengambil sisi kepraktisan dari latar belakang keilmuan saya.

Nah dengan hal ini lah, semula realisme padatnya waktu yang selalu dijadikan alasan berkurangnya waktu menulis, sekarang tidak boleh dijadikan pembenaran lagi untuk tidak mengasah pisau yang tumpul itu🙂 mudah-mudahan saya bisa melanjutkan “petualangan jurnalisme” saya lagi di dunia blogging🙂

Mohon diterima ya “ketukan pintu” saya untuk bergabung kembali🙂

Bingung

Hari ini Mayday nih, and I’m still in home, menunggu hari-hari kelahiran our first baby… Sudah masuk minggu ketiga sejak saya meninggalkan kantor untuk cuti.. 

Tidak mudah sebenarnya untuk meninggalkan pekerjaan di kantor, apalagi sekarang sedang sibuk pekerjaan rekrutmen secara roadshow di 6 universitas. Ya mudah2an bisa berjalan lancar.

Terus terang saya bingung mau mengerjakan apa di rumah, secara I’m alone. untuk mengetik ini pun, malasnya minta ampun, karena saya ngerasa gak punya apa-apa untuk dibagikan kepada orang lain… ada gak ya yang punya ide?

Nyuekin blog

Akhirnya, setelah satu tahun lebih aku “nyuekin” blog ku, bisa juga menulis sekarang.. Memang sekarang aku sedang cuti melahirkan, perkiraan dokter, sekitar 3 minggu lagi aku akan melahirkan. Tapi ya namanya wanita karir (iuhhh hheeee) di rumah juga gak bisa mantep, ada aja yang dikerjakan, ujung-ujungnya main internet, dan main blog (ada positifnya toh).

So, kita mulai dari yang ringan-ringan aja dulu ya, nanti kita bahas topik yang agak serius🙂

Untuk yang sudah komen di blog ku, insya Allah akan kubalas satu-satu🙂

Cheers friends…

Rekrutmen Pusri (jilid II)

Temans, seperti postingan saya terdahulu, saya mau sharing ttg pengumuman rekrutmen Pusri tahun 2011 ini.

Kegiatan rekrutmen tahun ini (seperti tahun-tahun sebelumnya) diselenggarakan sepenuhnya oleh pihak ketiga, selain untuk membantu secara teknis, dengan pelaksanaan oleh pihak ketiga, perusahaan
menjadi lebih nyaman karena dapat lebih independen. Untuk tahun ini, penyelenggara rekrutmen adalah PPJK Unsri dan ITB Career Center .

Seleksi akan diadakan secara serentak di dua kota, yaitu Palembang dan Bandung, yang akan dimulai dengan proses registrasi online pada tanggal 1-3 April ini. Berikut formasi yang dibutuhkan :

Tingkat Sarjana

S1 Teknik
Teknik Kimia (7 formasi)
Teknik Mesin (17)
Teknik Fisika (4)
Teknik Elektronika (1)
Teknik Elektro/Listrik (6)
Teknik Lingkungan (1)
Ilmu Komp./T.Informatika/T.Komp (1)
Teknik Industri (1)
Ilmu Tanah (1)

S1 Non Teknik
Psikologi/Psi Industri(2)
Manajemen Keuangan(1)
Akuntansi(3)
Asuransi Kerugian(1)

D3 Teknik
Teknik Kimia(7)
Teknik Mesin(16)
Teknik Listrik(9)
Teknik Instrumentasi(2)
Teknik Elektronika(2)
Teknik Telekomunikasi(1)
Teknik Sipil(2)
Pertamanan/Landscaping(2)
Analisa Kimia(2)
Teknik Komputer/Ilmu Komputer(3)
Manajemen Informatika(1)

D3 Non Teknik
Administrasi Niaga(2)
Akuntansi(5)

SLTA
SMA IPA atau SMK (Teknik Mesin / Teknik Listrik / Kimia / Sekolah Menengah Analis Kimia), jumlah formasi 130 orang.

Nah, untuk syarat-syaratnya secara detil, bisa dilihat di situs PPJK Unsri dan ITB Career Center. Tapi kalau secara umum sih, persyaratan administrasi yang dilihat antara lain usia, nilai IPK/nilai kelulusan, jurusan, nilai TOEFL.

Goodluck yah buat yang ingin mendaftar🙂 Siapa tahu kita bisa ketemuan dan kerja bareng disini untuk sama-sama membangun Pusri, aset kebanggaan Sumsel🙂