Apa saja yang dipelajari di jurusan Psikologi – bagian 2

Seperti yang pernah saya ceritakan pada bagian 1, kita lanjut ya cerita-cerita tentang apa saja sih yang dipelajari di jurusan psikologi?

 

Selanjutnya, kita cerita-cerita tentang mata kuliah psikodiagnostik yuks. Pada saat saya kuliah, ada beberapa mata kuliah tentang psikodiagnostik, yaitu :

 

1. Psikodiagnostik 1 : Administrasi Skoring Baterei & Tes

Berisi tentang bagaimana cara melakukan administrasi tes, standar instruksi, melakukan skoring, standar pelaksanaan tes, dll.

 

2. Psikodiagnostik 2 : Tes Inteligentasi

Berisi tentang teori-teori inteligensi, lengkap dengan alat tes yang biasa digunakan. Waktu itu kami tes nya ke anak-anak. Seru loh, karena kalau tes bakat untuk anak, prosesnya lebih fun, tidak hanya menulis (seperti biasa masuk kerja), tapi juga menyusun balok, mengingat, dll.

 

3. Psikodiagnostik 3 : Tes Bakat

Berisi tentang teori-teori Bakat, lengkap dengan penjelasan bagaimana cara mengadministrasi & skoring tes bakat. Waktu itu kami melakukan tes kepada remaja usia 18 tahun, yang baru akan masuk kuliah. Ya jadinya kerjasama yang saling menguntungkan, karena ybs juga ingin tahu jurusan yang ingin dipilihnya, kita juga jadi ada bahan kuliah :)

 

4. Psikodiagnostik 4 : Tes Grafis

Kalau saudara-saudara pernah dengar tentang Tes Menggambar Manusia, Tes Menggambar Pohon, Tes Menggambar 8 kotak (Wartegg), disini belajar tentang itu semua.

 

5. Psikodiagnostik 5 : Tes Pauli, Kraeplin, dan Inventory

Berisi tentang seluruh hal tentang tes kemampuan kerja, mulai dari administrasi, skoring, dlsb. Tes Pauli atau Kraeplin biasanya mengukur tentang kemampuan seseorang melakukan sesuatu di bawah tekanan, dengan batas waktu yang ditentukan, semangat kerja, hingga toleransi stres. Bisa dipakai untuk dunia kerja maupun klinis. Sedangkan inventory adalah pengenalan alat-alat tes minat dan kepribadian. Secara alat tes minat dan kepribadian jumlahnya buanyakk, jadi sewaktu kuliah, memang ada beberapa yang sedikit didalami, seperti EPPS, Papi kostick, dan 16PF (sekarang dikenal dengan 15PF),ada juga tes minat (saya lupa apa namanya, kalau gak salah Kuder), sisanya hanya perkenalan saja.

 

6. Psikodiagnostik 6 : Tes Rorschach

Ini kalau bisa dibilang, salah satu tes favorit saya hehehee…

 http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ea/Rorschach_inkblots.jpg/250px-Rorschach_inkblots.jpg

Sumber : Wikipedia

Tes Rorschach masuk dalam kelompok tes proyektif. Tes proyektif adalah tes dimana si testee (orang yang dites) tidak tahu arah interpretasi tes. Berkebalikan dengan tes non-proyektif, dimana si testee sudah tahu perkiraan apa yang akan digali. Contoh tes non-proyektif adalah tes kemampuan (tes inteligensi), tes bakat, dll. Contoh tes proyektif selain Rorschach adalah segala bentuk Tes Grafis dan TAT (penjelasan di nomor 8).

Tes ini akan memunculkan pikiran-pikiran atau perasaan testee yang “diproyeksikan” ke gambar inkblot yang bersifat ambigu. Hebatnya tes-tes yang sifatnya proyektif adalah tes ini mengungkapkan apa yang tersembunyi di bawah “gunung es”, yaitu kepribadian, motif, hingga black shadows yang mati-matian kadang kita sembunyikan. Seru ya :) Kadang kita memakai topeng pada interaksi kita sehari-hari, berusaha sama dengan lingkungan sosial kita sehingga tidak dianggap absurd, tapi dengan tes ini…..hehehe… kesannya gimanaa gitu ya :) Oke, kita lanjut ke psikodiagnostik berikutnya.

 

 7. Psikodiagnostik 7 : Observasi & Interview

Seperti judulnya, mata kuliah ini berisi tentang teori-teori pelaksanaan observasi dan interview, hingga bagaimana menginterpretasikan hasil pengamatan dan wawancara. Waktu itu kami mengerjakan tugas secara berkelompok, dan mengambil data di satu rumah sakit di Semarang untuk mengobservasi dan mewawancara pasien rumah sakit. Ini judulnya : “Kepuasan Pasien dan Keluarga Pasien terhadap Pelayanan Perawat di Rumah Sakit Roemani Semarang”.

 

8. Psikodiagnostik 8 : TAT & CAT (Thematic Apperception Test & Children Apperception Test)

Ini juga salah satu mata kuliah psikodiagnostik paporit :) Termasuk juga dalam tes proyektif, berupa deretan kartu, dimana testee diminta untuk menceritakan secara bebas apa yang terlintas dipikirannya saat melihat kartu tersebut. Eits, ada juga loh kartu kosong, alias kartu yang tidak ada gambarnya sama sekali. Seru sekali untuk mengetahui bagaimana orang membaca kartu ini :) Sama seperti Rorschach, kedalaman interpretasi serta jam terbang tester sangat berpengaruh terhadap hasil akhirnya. Ilmu yang benar-benar menarik :)

 

So, mudah-mudahan cerita tentang ilmu ini bisa membuat teman-teman memiliki sedikit gambaran mengenai kuliah di psikologi :)

 

 

 

 

About these ads

16 thoughts on “Apa saja yang dipelajari di jurusan Psikologi – bagian 2

  1. Masih inget ya. Kalo saya sdh lupa bener materi kuliah psi. dan profesinya. Maklum angkt ’96 di UGM dan hampir bs dibilang ga dipraktekin, milih kerja di rmh aja. Jd keinget lg baca postingan ini. Jogjaaa..how I heart so much…

  2. @diana : Salam kenal mba Diana, wahh senior nih, walopun gak satu almamater hehehe…iya mba masih inget-inget dikit, lumayan lah sharing pengalaman saya adik-adik yang baru lulus SMA untuk bahan pertimbangan memilih jurusan. Terima kasih udah mampir di blog saya mba :)

  3. Mau nanya ni apakah jurusan psikologi ini mampu mengetahui seluruh karakter tiap manusia????
    Terus apakah di jurusan ini semua pasti bisa tak terkecuali….
    Mohon jawabannya….

  4. Mau nanya tentang biaya fakultas Psikologi. Untuk biaya masuk dan biaya semesternya berapa yah? Saya sangat berminat di jurusan Psikologi walaupun saya lulusan SMK jurusan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak / Programmer), namun saya pikir biayanya cukup besar. Mohon jawabannya yah! Terima Kasih

  5. kak aku juga mau tanya kaya yang diatas. ips berpeluang ga kak?:( berpeluang kan??:)) terus aku juga mau nanya banyak bangeeet sebenernya-_- hehe.. aku masih buta sama fakultas ini (re:psikologi) aku pengen masuk fakultas ini, pernah tanya ketemen kalau aku cocok ga masuk fakultas ini, mereka bilang nya enggak:( aku lebih cocok di bahasa, esp baahsa inggris.. tapi aku mau jadi psikologi, aku emang ga terlalu suka nasehat/ kasih temen aku saran. tapi kalau mereka emang butuh kadang2 aku bantu dengan jawaban aku yang simpel dan seadanya. aku insyaAllah tahun depan kakk.. syarat nya apa aja sih kak? apa harus latihan suka ngasih nasehat dan memberi saran ke temen gitu? ga begitu ahli huhu:( menurut kaka aku bisa ga? hehe makasihh yaa kakk ditambah lagi kalau kaka mau bales comment aku hehe makasih banyak lho kakkk;;):))

  6. mau tanya nih ka, tdi sys smpt baca kta nya klo mau bka praktek psikologi itu hrus s2, trus klo ga smpe s2 krja nya bsa apa ajs??? sya tnggu jwabn nya ya ka,. makasih :-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s