Cara Menentukan Kompetensi yang Sesuai dengan Karakteristik Perusahaan

Pada blog sebelumnya, saya mengemukakan beberapa contoh kompetensi yang dapat diterapkan di organisasi Anda. Berikut saya paparkan sedikit lagi (ini murni “teori” dari saya) :

  1. Maturity (kedewasaan)
  2. Cost-awareness (sadar biaya)
  3. Responsiveness
  4. Responsible
  5. Persistensi / kegigihan / ketangguhan
  6. Kemampuan pendelegasian
  7. Dapat diandalkan
  8. Daya persuasi
  9. Ekspresi oral / komunikasi
  10. Improvisasi
  11. Inovasi
  12. Decision making ability
  13. Kreativitas
  14. Self learner
  15. Planner

Anda juga bisa membuat kompetensi sendiri dengan mengacu pada referensi-referensi kompetensi, dengan membuat terminologi sendiri (dengan tetap mengacu pada teori yang umum digunakan).

Namun demikian, tidak seluruh kompetensi yang Anda peroleh harus dimasukkan ke dalam sistem HR di tempat kerja Anda. Hanya beberapa kompetensi yang dirasa sesuai dengan perusahaan yang bisa Anda pakai.

Sebelumnya, kita harus melihat jenis atau pengelompokan kompetensi di bawah ini. Diadaptasi dari Palan (2003), kompetensi dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis :

1.KOMPETENSI GENERIK

Disebut juga core competences, adalah kompetensi yang harus ada pada seluruh karyawan dalam perusahaan pada saat bekerja.

2. KOMPETENSI UNIT KERJA

Disebut juga divisional competences, adalah kompetensi yang harus ada pada seluruh karyawan pada unit kerja tertentu, misalnya kompetensi divisi marketing, divisi produksi, dll.

3. KOMPETENSI JABATAN

Adalah kompetensi yang melekat pada jabatan tertentu agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik.

Setiap organisasi / perusahaan diharapkan memiliki ketiga jenis kompetensi tersebut. Bagaimana cara menyusunnya?

1. KOMPETENSI GENERIK, biasanya diperoleh dari beberapa sumber, antara lain :

a. Filosofi / budaya / nilai-nilai perusahaan

Contoh : persatuan atau kekeluargaan adalah budaya yang kental di perusahaan. Maka kita dapat menjadikan “Interpersonal Understanding” atau “Teamwork & Cooperation” sebagai core competence.

b. Visi dan misi perusahaan

Contoh : visi perusahaan pada tahun 2020 adalah menjadi perusahaan telekomunikasi yang merambah regional. Kompetensi yang cocok misalnya “Achievement Orientation”, “Self-confidence”, “Initiative” adalah kompetensi generic yang diharapkan seluruh karyawan memilikinya untuk menunjang visi tersebut

c. Target perusahaan

Target tidak jauh berbeda dari visi perusahaan, hanya jangka waktunya lebih pendek, misalnya 1 tahun, dan sifatnya lebih spesifik.

Contoh : perusahaan jasa angkutan umum, target perusahaan adalah mengangkut 10 ribu penumpang setiap bulannya, maka core competence-nya bisa diturunkan dari target tersebut, dalam kata lain “apa yang dapat dilakukan untuk mencapainya?”. Misalnya “dengan memberikan pelayanan yang memuaskan.” Maka kompetensi yang dibutuhkan misalnya adalah customer service orientation.

Kompetensi generik perusahaan biasanya agak seragam pada hamper seluruh perusahaan sejenis. Misalnya :

  1. Perusahaan service atau jasa, kompetensinya biasanya tidak jauh-jauh dari customer service, interpersonal understanding, dll yang berhubungan dengan human touch.
  2. Perusahaan high tech, misalnya gaming, jasa layanan internet atau software, biasanya menuntut “inisiatif”, “inovasi”, atau “expertise” dari setiap karyawannya.

2. KOMPETENSI UNIT KERJA (DIVISIONAL COMPETENCE)

Kompetensi unit kerja adalah kompetensi yang sifatnya unik dan melekat pada unit kerja atau departemen tertentu. Biasanya pun, ada beberapa kompetensi yang diasumsikan pastilah milik departemen tertentu, misalkan kompetensi “concern for order” untuk divisi keuangan. Namun demikian, adapula kompetensi-kompetensi lain yang dapat pula dilekatkan pada unit kerja tertentu. Ini tergantung dari kebutuhan unit kerja atau dapat pula mengacu pada target unit kerja masing-masing.

3. KOMPETENSI JABATAN

Kompetensi jabatan adalah kompetensi yang melekat pada jabatan tertentu, corporate lawyer, teknisi, nakhoda, dll.

Kompetensi unit kerja dan kompetensi jabatan dapat disusun dengan mengacu pada beberapa hal, antara lain :

a. Deskripsi pekerjaan suatu jabatan atau seorang karyawan dalam unit kerja tertentu

Contoh : Deskripsi pekerjaan seorang sales supervisor adalah sbb :

1) Mengawasi SPG/SPM yang ada di bawah tanggung jawabnya

Kompetensi yang mungkin dibutuhkan : team leadership, developing others, dan directiveness.

2) Menjalin hubungan dengan supplier dan pelanggan

Kompetensi yang mungkin dibutuhkan : customer service orientation, interpersonal understanding, dan responsiveness.

3) Merencanakan penjualan setiap bulan untuk mencapai target sales yang telah ditentukan

Kompetensi yang mungkin dibutuhkan : Achievement orientation, self confidence, expertise, concern for order, dan inovasi.

b. Membandingkan bobot pekerjaan tertentu dengan pekerjaan lainnya. Ini dapat melihat urgensitas, atau kompetensi mana yang paling dibutuhkan oleh suatu pekerjaan.

Contoh : pekerjaan administrasi di bagian gudang dengan administrasi di bagian SDM mungkin saja memiliki deskripsi pekerjaan yang sama. Namun kompetensinya bisa saja berbeda, atau kalaupun sama, bobot kompetensi yang dibutuhkan (misalnya kompetensi “concern for order” pada admin gudang lebih urgen daripada kompetensi “customer orientation”, sedangkan di admin SDM mungkin bisa sebaliknya).

c. Mengadakan pertemuan dengan unit kerja bersangkutan untuk menggali tuntutan pekerjaan pada unit kerja atau jabatan tertentu yang mungkin tidak terjabar dalam deskripsi pekerjaan. Bisa berbentuk diskusi, assessment (business game), role play, dll.

Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa kompetensi tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan besar, namun juga semua organisasi tanpa memandang skalanya, atau pun dapat juga dibuat di organisasi non-profit, institusi pemerintahan, institusi pendidikan, dll.

Selamat menyusun kompetensi di tempat Anda bekerja !

About these ads

21 thoughts on “Cara Menentukan Kompetensi yang Sesuai dengan Karakteristik Perusahaan

  1. Hmmm…detail sekali yah yang Bu virgi paparkan ttg poin2 kompetensi. Kayaknya dari 15 poin di atas,poin kelima (Persistensi) merupakan hal yg harus digaris bawahi pada kompetensi saya di pusri.Mengingat saya Phobia pada tempat tinggi terbuka,agaknya bisa menghambat karir di pusri nih secara saya seorang teknisi, bukan begitu Bu..? :)

    NB: Maaf bu, ini bukan curhat loh… sekedar iseng ajah.. (Halah.. apa coba.. :P )

  2. Hubungannya 15 kompetensi yang di atas dengan yang dibawah apa (3 kelompok kompetensi) ?

    Kira2 kompetensi berani ambil resiko bisa masuk gak yah? he5x… dasarnya nakal memang :)

    salam kenal ya.

  3. to (mas / mba neh) minanube..

    3 kelompok kompetensi (kompetensi generik, kompetensi unit kerja, dan kompetensi jabatan) yg saya jabarkan itu adalah “wadah” kompetensi yang harus ada di dalam suatu organisasi. sedangkan 15 kompetensi yg saya sebutkan (plus kompetensi2 lainnya pada postingan saya sebelumnya) adalah kompetensi yang dapat dimasukkan ke dalam wadah2 tersebut. bisa di wadah kompetensi generik (bila memang kompetensi itu harus dimiliki oleh SELURUH karyawan), bisa di wadah kompetensi jabatan (misalnya kompetensi risk taker menjadi kompetensi jabatan marketing manager).

    Dan tidak semua 15 kompetensi itu harus dimasukkan, hanya yg kira2 sesuai dengan kebutuhan saja..demikian pula misalnya ada kompetensi yg kira2 dapat dimasukkan (yg tidak ada di Spencer & Spencer maupun di list 15 kompetensi yang saya ajukan), tidak jadi masalah. Asalkan ada definisi dan pengukuran yang tepat (bila membuat “nama” kompetensi sendiri).

    gitu mba eh mas,, hehee… namanya unisex sih… salam kenal juga… saya jg barusan mampir ke blog anda…

  4. allow, mb ghie

    jd kpgn konsultasi jg niy :)

    mb mo tny, ada ga hub.an antara kompetensi interpersonal dengan produktivitas kerja, cari teorinya lmyn susah utk kompetensi interpersonal dari faktor2 dan aspeknya, jg dg produktivitas kerja dari teori dan aspeknya yg ada hub.nya dg kompetensi interpersonal..dan untuk mencari teori yg menghub.kan ke dua variabel tsb qu blom menemukannya..mhn bntuannya mb ghie, trimakasih
    :)

  5. allow, mb ghie

    jd kpgn konsultasi jg niy :)

    mb mo tny, ada ga hub.an antara kompetensi interpersonal dengan produktivitas kerja, cari teorinya lmyn susah utk kompetensi interpersonal dari faktor2 dan aspeknya, jg dg produktivitas kerja dari teori dan aspeknya yg ada hub.nya dg kompetensi interpersonal..dan untuk mencari teori yg menghub.kan ke dua variabel tsb qu blom menemukannya..mhn bntuannya mb ghie, trimakasih
    :)

  6. Hai bu…salam kenal..saya feliks

    bu..mau tanya dimana saya bisa mendapatkan kamus kompetensi..ada ga buku ttg kamus kompetensi..soalnya sekarang saya lg menyusun kamus kompetensi berdasarkan jabatan yg terdiri dari kompetensi personal (solf competention dan hard competention) klo ada mhon kasih info ya bu…

    Salam
    Feliks

  7. Halo juga mba ciya, salam kenal..

    Saya kurang begitu ngeh nih dengan istilah mba “Kompetensi Interpersonal”, krn kalau berdasarkan teori Spencer (teori kompetensinya yg sejauh ini cukup diakui), root kompetensi itu ada 6 (Kemampuan Berprestasi, Kemampuan Melayani, Kemampuan Memimpin, Kemampuan Mengelola, Kemampuan Berpikir, dan Kemampuan Bersikap Dewasa). Silakan lihat di tulisan saya terdahulu http://virgianti.wordpress.com/2008/11/28/kompetensi-dalam-organisasi-bagian-1/)

    Mungkinkah yang mba maksudkan adl Kemampuan Melayani (krn di dlmnya ada interpersonal understanding), atau Kemampuan Memimpin? (krn ada poin2 developing others / bawahan).

    Anyway, kalau hubungan antara kompetensi dengan produktivitas tentu saja ada mba. Kompetensi adalah “wadah yang berisi kemampuan2 khusus” yang dipegang oleh seorang karyawan ketika akan bekerja. Isi wadah itu akan keluar maksimal bila ditunjang dengan faktor-faktor lain (misalnya motivasi, lingkungan kerja, dukungan atasan, dsb). Bila seluruh aspek dapat dimunculkan, maka produktivitas tentu akan sesuai dengan harapan. Namun untuk jurnal penelitiannya sendiri saya belum menemukan yang benar2 menghubungkan langsung antara produktivitas dengan kompetensi. Karena kompetensi memang lebih pada delivering atau katalisator, bukanlah sumber dari produktivitas.

    Motivasi –> catalyzed by Competences –> Produktivitas.

    demikian mba ciya

  8. Halo mas feliks..

    Kamus kompetensi banyak dijual di toko-toko buku, di internet juga mas bisa cari. Saya pernah ketemu kamus kompetensi lengkap punya departemen keuangan. Tapi yang mungkin perlu dicermati, penyusunan kamus kompetensi akan lebih baik bila ditarik dari visi misi dan core business perusahaan sendiri, seperti yang sudah saya jelaskan di atas.

    terima kasih dan salam kenal ya mas :)

  9. kalo karakteristik perusahaan itu sendiri seperti apa bentuknya..???
    …apakah ukuran perusahaan, tingkat likuiditas termasuk dalam karakteristik perusahaan??…kal ya,,selain itu apalagi yang menjadi karakteristik dari perusahaan..??

  10. saya sedang dalam proses tesis kesulitan mencari teori tentang “pengaruh kompetensi terhadap produktivitas kerja”. mohon di informasikan ke email saya ayumuslim@gmail.com jika Anda mengetahui teori tersebut beserta buku dan pengarangnya.terima kasih..

  11. Bagi rekan-rekan yang sedang menyusun proyek kompetensi, atau pun menyusun tugas akhir bertema kompetensi, saya bisa membantu, khususnya untuk industri migas, alat berat, perkebunan, dan konstruksi. Saya bis dihubungi di 081905451297 atau e-mail ke fauzi.afri@gmail.com. thanks

  12. Oia, juga untuk tema budaya organisasi. Saya juga bisa bantu untuk membuat spreadshee dalam bentuk file excel sehingga membantu proses implementasi nya (tinggal klak klik saja). Terima kasih Mba Virgin untuk ruang Bloh nya ini. Mohon maaf tidak ijin dulu, karena terlalu bersemangat nih he he he

  13. maaf untuk sekarang mba virgi tinggal dimana,,,kalau gak jauh2 boleh lah kasih training buat saya untuk tarif bisa PM mba..ke saya soalnya saya butuh banget ilmu2 KPI, KOMPETENSI dll heeeee

  14. @Afri : gapapa kok, malah seneng kan kl ada yg bersedia bantu seperti mas Hendra yang sedang komentar ini :)
    @Hendra : saya domisili Palembang. wahhhh ilmu manajemen SDM saya masih cetek mas, untuk training mengenai KPI dan Kompetensi, banyak providernya, biasanya di Jawa. Tinggal searching aja di google :)

  15. Terima kasih pencerahannya, kompeensi kerja merupakan ilmu baru bagi saya.
    Kalau ada artikel2 yang lain boleh juga. Terima kasih ya bu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s