Kompetensi dalam Organisasi (bagian 1)

Banyak pakar manajemen membahas mengenai KOMPETENSI. Biasanya kita mencari literaturnya ketika akan melakukan perekrutan, evaluasi promosi, bahkan dikaitkan dengan remuneration package.

 

Sebelum memulainya kita butuh mendefinisikan dan memberikan batasan mengenai pengertian kompetensi, mana saja yang merupakan kompetensi yang disyaratkan dan kompetensi yang tidak perlu dimasukkan ke dalam Sistem SDM perusahaan yang bersangkutan.

 

Untuk posting kali ini… saya jabarkan sedikit dulu mengenai Pengertian dan beberapa poin kompetensi menurut beberapa pakar. 

 

PENGERTIAN DAN POIN-POIN KOMPETENSI

Ketika membicarakan kompetensi, maka kebanyakan pakar merujuk pada Spencer & Spencer dengan 20 soft competences-nya (yang belakangan ditambah satu lagi, yaitu poin Integritas). Menurut Spencer & Spencer (1993) kompetensi adalah kumpulan karakteristik yang mempengaruhi keefektifan seseorang dalam bekerja.

 

Kompetensi, masih menurut Spencer, terbagi dua jenis, yaitu threshold (kompetensi utama yang harus dimiliki seseorang agar dapat melaksanakan pekerjaannya, biasanya berupa keahlian atau pengetahuan dasar) dan differentiating (kompetensi yang dapat membedakan orang yang perform dengan yang tidak).

 

Menurut Palan (2003), kompetensi adalah Karakteristik perilaku yang menggambarkan motif, sifat, konsep diri, nilai-nilai, pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki orang yang berkinerja superior di tempat kerja.

 

Palan menyebut 5 karakteristik kompetensi, yaitu Knowledge, Skill, Self-concept atau values, Traits, dan Motives.

 

Berdasarkan rumpun referensi kemampuan, Spencer mengelompokkan kompetensi menjadi enam kelompok, yaitu :

a. Kemampuan Berprestasi (Merencanakan dan Mengimplementasi)

1.      Achievement orientation

2.      Concern for order, quality, and accuracy

3.      Initiative

4.      Information Seeking

 

b. Kemampuan Melayani

1.      Interpersonal Understanding

2.      Customer Service Orientation

 

c. Kemampuan Memimpin

1.      Impact and Influence

2.      Organizational Awareness

3.      Relationship Building

 

d. Kemampuan Mengelola

1.      Developing Others

2.      Directiveness

3.      Team Leadership

4.      Teamwork and Cooperation

 

e. Kemampuan Berpikir

1.      Analytical Thinking

2.      Conceptual Thinking

3.      Expertise

 

f. Kemampuan Bersikap Dewasa

1.      Self control

2.      Self confidence

3.      Flexibility

4.      Organizational Commitment

 

Hart (1999) mendefinisikan 15 jenis kompetensi, yaitu :

1.      Performance orientation

2.      Analytical thinking

3.      Ability in a uncertainty condition

4.      Decision Making

5.      Leadership

6.      Networking

7.      Verbal Communication

8.      Self Stimuli and Initiative

9.      Persuasiveness

10.  Planning & organizing

11.  Political awareness

12.  Self awareness & self development

13.  Teamwork

14.  Expertise

15.  Writing communication

 

 

     Next topic pada blog berikutnya, saya akan mencoba membahas bagaimana caranya mengetahui kompetensi apa saja yang bisa dimasukkan ke dalam organisasi Anda.

 

 

 

 

About these ads

4 thoughts on “Kompetensi dalam Organisasi (bagian 1)

  1. Saya sangat tertarik dengan tulisan anda, dan saya menunggu lanjutan dari yang telah diupload.
    Trimaksih ya, salam sukses
    sri

  2. Sy ingin bertanya, apakah ada literatur buku/jurnal yang membahas kompetensi Spencer secara lengkap? Sy perlu literatur itu untuk tugas akhr sy..
    Terima kasih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s