Orang yang lahir bulan Mei ternyata merasa paling beruntung, dan yang November merasa paling tidak beruntung :)

Orang-orang bule memang tidak pernah kehabisan bahan penelitian. Gw baru saja ngedapetin satu jurnal yang menurut gw agak-agak nggak penting. Tapi ternyata penting juga karena berhubungan dengan kepribadian seseorang. Judulnya : “Born lucky? The relationship between feeling lucky and month of birth”, ditulis oleh Jayanti Chotai dan Richard Wiseman, published-nya tahun 2005.

Karena penasaran, gw buka, print dan baca-baca. Ternyata fakta menunjukkan bahwa : Orang-orang yang lahir di musim panas lebih ngerasa lucky dibandingkan dengan orang-orang yang lahir di musim dingin. Ribet yah? (secara di Indonesia cuma ada 2 musim). Pokoknya, orang yang lahir di bulan Mei-Juni (terutama Mei) merasakan keberuntungan yg lebih banyak dibandingkan dengan orang-orang yang lahir di bulan November-Desember. Kenapa?

Ternyata ini berhubungan dengan levels of HVA (homovanilic acid) dan MHPG (3-methoxy-4-hydroxyphenylglycol) yang merupakan indikator affective and anxiety disorders (gangguan kecemasan dan afektif). Orang-orang yang lahir pada bulan Nov-Des memiliki level HVA dan MHPG yang tinggi, artinya mereka lebih rentan untuk terkena gangguan ini, demikian sebaliknya.

Orang-orang yang rentan terkena gangguan kecemasan dan afeksi memiliki kepribadian yang introvert, tidak terbuka, dan neurotik.

 

Nah,,, kepribadian seperti ini tidak dimiliki oleh orang-orang yang merasa dirinya beruntung. Walah, muter-muter aja ya jadinya. Karena, sebuah studi menunjukkan bahwa orang-orang yang feeling lucky memiliki skor yang tinggi pada dimensi Extraversion dan Openness, dan rendah pada Neuroticism, ketika diukur dengan The Five Factor Personality Inventory atau yang dikenal dengan NEO (Costa & McCrae, 1992).Karenanya, feeling of being lucky itu sebenarnya merupakan refleksi dari karakteristik personal seseorang.

Walaupun kelihatannya merupakan keyakinan yang irasional, tetapi feeling lucky merupakan tanda-tanda mental health yang baik. Karena ketika orang merasa dirinya beruntung, maka dia berpandangan lebih optimis, stres berkurang, ga khawatir dengan kehidupan, dan ga terlalu mempermasalahkan kesalahan-kesalahan. Temuan lain yang sebenarnya sudah dapat ditebak, adalah : laki-laki lebih merasa feeling lucky in their life dibandingkan dengan perempuan. Yaaa kalo ini gw juga dah mengira, karena perempuan itu dari hormonnya juga dah pencemas, ditambah lagi dengan lingkungan sosial yang tidak mendukung seorang perempuan untuk percaya diri. Jadi, mereka ngerasa apa pun yang dilakukannya harus di-inquiry dulu, mereka merasa perlu meyakinkan diri sendiri dengan lebih sering, hingga mereka tahu bahwa keputusan yang diambilnya tepat.

Penelitian yang dilakukan oleh Chotai dan Wiseman ini dilakukan melalui media internet kepada hampir 30.000 responden, yang 75%-nya lahir di Inggris dan dengan perbandingan yang hampir seimbang antara laki-laki dengan perempuan.

Hemmm… kalau di Indonesia kira-kira hasilnya gimana ya? Secara orang Indonesia itu sebenarnya kurang percaya diri, so, mungkin jadi merasa tidak beruntung. Tapi nggak juga lah, bisa jadi justru sebaliknya, saking santainya menjalani hidup, jadi merasa sangat beruntung karena tidak perlu memikirkan apa-apa lagi.

About these ads

8 thoughts on “Orang yang lahir bulan Mei ternyata merasa paling beruntung, dan yang November merasa paling tidak beruntung :)

  1. orang yang berutung adalah orang orang yang di sayang allah karna doa nya slalu di dengar oleh allah karna dia slalu sbar dan taat beribadah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s