Temans, seperti postingan saya terdahulu, saya mau sharing ttg pengumuman rekrutmen Pusri tahun 2011 ini.

Kegiatan rekrutmen tahun ini (seperti tahun-tahun sebelumnya) diselenggarakan sepenuhnya oleh pihak ketiga, selain untuk membantu secara teknis, dengan pelaksanaan oleh pihak ketiga, perusahaan
menjadi lebih nyaman karena dapat lebih independen. Untuk tahun ini, penyelenggara rekrutmen adalah PPJK Unsri dan ITB Career Center .

Seleksi akan diadakan secara serentak di dua kota, yaitu Palembang dan Bandung, yang akan dimulai dengan proses registrasi online pada tanggal 1-3 April ini. Berikut formasi yang dibutuhkan :

Tingkat Sarjana

S1 Teknik
Teknik Kimia (7 formasi)
Teknik Mesin (17)
Teknik Fisika (4)
Teknik Elektronika (1)
Teknik Elektro/Listrik (6)
Teknik Lingkungan (1)
Ilmu Komp./T.Informatika/T.Komp (1)
Teknik Industri (1)
Ilmu Tanah (1)

S1 Non Teknik
Psikologi/Psi Industri(2)
Manajemen Keuangan(1)
Akuntansi(3)
Asuransi Kerugian(1)

D3 Teknik
Teknik Kimia(7)
Teknik Mesin(16)
Teknik Listrik(9)
Teknik Instrumentasi(2)
Teknik Elektronika(2)
Teknik Telekomunikasi(1)
Teknik Sipil(2)
Pertamanan/Landscaping(2)
Analisa Kimia(2)
Teknik Komputer/Ilmu Komputer(3)
Manajemen Informatika(1)

D3 Non Teknik
Administrasi Niaga(2)
Akuntansi(5)

SLTA
SMA IPA atau SMK (Teknik Mesin / Teknik Listrik / Kimia / Sekolah Menengah Analis Kimia), jumlah formasi 130 orang.

Nah, untuk syarat-syaratnya secara detil, bisa dilihat di situs PPJK Unsri dan ITB Career Center. Tapi kalau secara umum sih, persyaratan administrasi yang dilihat antara lain usia, nilai IPK/nilai kelulusan, jurusan, nilai TOEFL.

Goodluck yah buat yang ingin mendaftar :) Siapa tahu kita bisa ketemuan dan kerja bareng disini untuk sama-sama membangun Pusri, aset kebanggaan Sumsel :)

Okay, so this is the next post for today (waaah…kejar setoran nih hehehee)..

Saya mau bahas soal novel vs filem lagi nih, kali ini… saya mau membahas novel dan film Jane Eyre.
Awalnya saya nonton dulu film ini…wahh,,, pas pinjem di Video Ezy, CD nya kok banyak banget, ada 3 atau 4 CD. Ternyata memang ceritanya panjang… berawal dari kisah seorang perempuan tangguh bernama Jane Eyre, yang ditinggal kedua orang tuanya sejak kecil dan harus diasuh oleh bibinya yang kejam dan subjektif :D Lalu…cerita diteruskan dengan kehidupan Eyre di asrama dan menjadikannya seorang guru. Akhirnya dia memutuskan untuk menngumumkan dirinya melalui surat kabar bahwa dia bersedia menjadi guru pribadi dan bagi yang berminat dapat menghubunginya. Disini one of my part fave story, bayangin aja, di jaman dulu mana ada orang mengumumkan dirinya di surat kabar, terlebih lagi dia adalah seorang perempuan… sampai akhirnya dia dihubungi oleh seorang kaya bernama Mr.Rochester, yang…yahhh..namanya juga cinta klasik, saling jatuh cinta :)

Nah,,,beberapa waktu setelah saya nonton filemnya, saya ketemu novelnya di Gramedia. Langsung deh saya beli, itu juga gak nyangka kalau Jane Eyre ada novelnya dan filem itu dibuat berdasarkan novel.

Ketika membacanya, karena saya sudah liat filemnya, rasanya asik juga, karena kita membayangkan suasana waktu kita liat filmnya. Tapi memang ada hal-hal yang tidak nikmat lagi, dimana seolah-olah saat membaca novelnya kita “terbelenggu” oleh jalan cerita film dan tidak dapat berimajinasi dengan bebas karena selalu terbayang-bayang filmnya :)

Sekarang saya lagi baca Time Traveler’s Wife (udah nonton filmnya nih heheheee), nah, saya mau coba “melepaskan diri” dari bayang-bayang filmnya. Bisa gak ya? :)

Finally I write about this topic. Tapi actually seperti baru kemarin kegiatan rekrutmen 2009, ternyata ehh sudah mau mulai lagi. Ada rasa seneng setelah sekian lama tertunda (hampir 1 tahun), akhirnya dimulai juga.

Rekrutmen pasca spin off Pusri memang menyisakan banyak pertanyaan. Bagaimana saat ini posisi tawar Pusri di mata pelamar (pencari kerja), khususnya di Palembang? Karena saat ini PT Pusri Palembang adalah anak perusahaan PT Pusri (Persero) yang berkantor Pusat di Jakarta. Namun demikian, komponen remunerasi Pusri Palembang mungkin masih menjadi daya tarik tersendiri para pencari kerja khususnya di Palembang, dengan prestise yang masih sama seperti sebelum spin off.

So, apa menariknya rekrutmen tahun 2011 ini?

Pertama, belajar dari kasus dua tahun yang lalu, dimana registrasi online tidak begitu berjalan seperti yang diharapkan, sehingga untuk tahun ini perusahaan sangat detil dalam mengurusi registrasi online, khususnya kesiapan konsultan dalam menyediakan layanan TI yang berkualitas dan memadai.

Kedua, karena perusahaan menutup kran untuk Tes TOEFL, maka untuk tahun ini, nilai TOEFL dimasukkan menjadi salah satu syarat administratif. Nilai TOEFL ini bisa TOEFL institusi atau bisa juga TOEFL prediction. Untuk keseragaman dan bisa membandingkan antar peserta secara seimbang, maka nilai TOEFL yang diterima hanya nilai yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi Negeri.

Ketiga, pelaksanaan rekrutmen yang tahun-tahun sebelumnya biasanya diselenggarakan di Jakarta (untuk seleksi diluar kota Palembang), tahun ini akan dilakukan di Bandung. Actually ini bukanlah hal yang sifatnya mendasar, karena kegiatan rekrutmen di luar Palembang bisa saja dilakukan dimana saja, tergantung kebijakan manajemen, yang pasti sih ya di Palembang :)

Untuk kabar selanjutnya..tunggu aja ya, mudah2an dalam waktu dekat, akan ada informasi berikutnya :) nanti saya kabarin ;)

Finally, after some long times saya mencoba untuk “memaksakan diri” nge-blog lagi. Not because I stop loving to write anymore, tapi saya memiliki beberapa agenda hidup yang menguras pikiran dan perasaan. Yup, I finally got married a couple months ago, tepatnya akhir November tahun 2010 yang lalu. Lega? Sure, definitely, karena perjalanan menemukan kepingan hati bukanlah suatu proses yang mudah. Banyak perih-perih, cobaan, dan jatuh bangun saat berproses, bermetamorfosis. Ia bukanlah sekedar menciptakan peran suami-istri, ia adalah suatu perjalanan kedewasaan, yang menuntut kearifan-kearifan dan penerimaan diri dan pasangan yang sangat raya.

So, here’s the pic of ours :)

So, let’s start writing again, hmmm let’s see… how about tomorrow? :)

Kata “MAAF” dalam bahasa Inggris ditulis sebagai “I’m Sorry”, which is artinya “Saya menyesal”.

Menyesal mengandung tiga makna, pertama : menyadari kesalahan. kedua : mengakuinya. dan yang paling penting, ketiga : tidak akan mengulangi.

So, if you’re saying “I’m sorry”, gak hanya berarti kamu menyadari kesalahanmu dan mengakuinya, tapi yang terpenting adalah kamu berjanji tidak akan mengulanginya. THAT’S..!!!

Pada posting sebelumnya saya udah cerita tentang perjalanan saya di pulau Bangka. Nah sekarang kita lanjut ke pulaunya Oom Andrea Hirata, pulau Belitung.

Perjalanan ke pulau Belitung jika ditempuh menggunakan jetfoil dari Bangka memakan waktu sekitar 4 jam. Biasanya jetfoil berangkat jam setengah dua siang setiap harinya, kecuali Selasa (entah kenapa hari Selasa ga berangkat, I’m still wondering). Karena udah kelamaan, saya lupa berapa harganya hehehehee…cuma seperti halnya jetfoil Palembang-Bangka, ada kelas-kelasnya juga, yaitu kelas ekonomi dan VIP.

Kalau yang agak mabuk laut, usahakan menyiapkan segala sesuatu J karena bahkan di ombak yang paling tenang sekalipun, kapalnya cukup bergoyang, saya aja yang gak mabokan bisa pusing-pusing.

Sampai di Belitung, Alhamdulillah kami dapet tumpangan. Kebetulan adik saya kerja disana so gak perlu khawatir masalah akomodasi dan transportasi. Belitung kota kecil, jadi hanya dalam waktu kurang dari 10 menit kami sudah sampai di wisma yang terletak di pinggir pantai. Demikian pula kalau mau jalan ke kota, paling jauh 15 menit sudah sampai di pusat kota.

Karena sampai disana sudah malam, setelah mandi, kami memutuskan untuk hanya berjalan-jalan di sekitar pantai. Ternyata malam-malam di daerah pantai seru juga J Ada deretan kafe-kafe kecil di sepanjang pantai, dan kami memutuskan untuk singgah di salah satu kafe yang ada “layar tancap”nya, kebetulan saat itu sedang tayang Liga Indonesia dan banyak yang lagi nonton. Menunya sih tidak special, namanya juga cuma tempat nongkrong :)

Besoknya, karena kami hanya punya waktu sehari untuk jalan-jalan. Hampir sama seperti di Bangka, kita juga harus menyewa mobil untuk jalan-jalan, biaya sewanya juga hampir sama, sekitar 300-350 ribu per hari. Sudah/belum termasuk bensin itu tergantung negosiasi, tapi kalau di Belitung memang lebih banyak tempat jalan, jadi kemarin kami menyewa tidak termasuk bensin.

Kita jalan hari Senin pagi, ternyata ada satu kendala utama jalan-jalan di pulau. Bensin! Voila..kami sempat mengantri cukup panjang karena kalau habis weekend, bensin jadi langka. Bahkan ada mobil yang sudah mengantri dari hari sebelumnya dan mobilnya ditinggal sampai keesokan harinya :) .

Setelah perjuangan yang cukup melelahkan di pom bensin, akhirnya kami mulai jalan-jalan. Karena kami hanya punya waktu satu hari, kami hanya “singgah” dan tidak “menikmati” seperti halnya yang kami lakukan di Pantai Parai – Bangka. Kami singgah ke beberapa pantai, maaf saya lupa nama-nama pantainya, yang jelas kami menyinggahi 3 pantai, terakhir di Pantai Tanjung Tinggi (mudah-mudahan benar), tempat syuting film Laskar Pelangi. Banyak batu-batuan besar yang cantik-cantik, dikelilingi pemandangan yang luar biasa indah, kalau saya boleh membandingkan, pantai-pantai di pulau Belitung jauh lebih cantik dibandingkan dengan Pantai Parai :) . Dan lagi, jarak antar pantai tidaklah jauh, sekitar 15-20 menit kita sudah sampai di pantai berikutnya, dan di sepanjang perjalanan 15 menit itu, di satu sisi kita menyusuri pantai-pantai yang molek yang membuat kita tak berhenti berdecak kagum. Sayang pantai di pulau Belitung masih banyak yang belum terjamah. Hanya satu Inn yang kami perhatikan, yaitu Villa Lor-Inn.

Tiga pantai kami lewati hingga tengah hari. Terakhir kami agak lama menikmati Pantai Tanjung Tinggi dan batu-batu besar, hingga Zuhur tiba. Setelah solat Zuhur, kami makan di pinggir pantai, dengan harga hanya sekitar 150 ribu yang dihabiskan oleh 4 orang (waw,,,murah ya hehehehe…) kita bisa makan satu ikan besar, satu piring cumi goreng tepung, dan satu piring sayur, plus es jeruk/teh.

Setelah makan besar, kami melanjutkan perjalanan ke Manggar dan Gantong, tempat syuting SD Laskar Pelangi. Perjalanan cukup jauh, sekitar 1 jam. Disini, kita bisa melihat replika SD Laskar Pelangi (bukan tempat syuting aslinya, hanya replikanya saja tapi mirip kok, apalagi plang “SD Muhammadiyah Gantong” nya yang sudah buruk itu kayaknya sih asli). Sayang pas kami main kesana, lagi hujan deras…jadi kami tidak bisa foto di depan plang nama SDnya. Setelah ke replika SD, kami jalan ke Kecamatan Manggar. Disini kami bertemu teman kuliah saya yang ditempatkan di Manggar, dan kami berhenti sebentar untuk minum kopi Manggar di kedai-kedai kopi. Hampir sama dengan kebiasaan orang Aceh yang senang minum kopi di kedai kopi :) Oiya sebelum ke Manggar, kami melihat-lihat sebentar beberapa tempat syuting Laskar Pelangi, seperti pasar, SD Timah, dll.

Sudah agak sore, kami diajak main ke daerah “Puncak”nya Belitung. Sayang karena hari sudah sore, kami tidak nongkrong disana, dan hanya foto-foto sebentar. Setelah itu kami pulang ke Tanjung Pandan, dan mampir ke daerah kota untuk membeli oleh-oleh. Kami sampai di Wisma lagi sekitar pukul 8 malam.

Sedikit rekomendasi dari saya, ke Belitung tidak nikmat kalau hanya 1 hari, kalau bisa, mainlah sekitar 2-3 hari karena kita bisa ke seluruh tempat dan bisa menikmati, tidak hanya singgah.

So, buat teman-teman yang ingin menghabiskan liburan kali ini, tidak ada salahnya main ke pulau Belitung, hanya dengan penerbangan 1 jam dari Jakarta, teman-teman sudah bisa menikmati pemandangan alam yang sangat menakjubkan dan tidak terlupakan.

Beberapa hari yang lalu saya ambil cuti dan berwisata ke pulau Bangka Belitung. I’d planned this since January, akhirnya terwujud juga.. Temen saya dari Aceh berencana main ke Palembang dan dia pengen jalan-jalan ke pulau Bangka Belitung, jadi saya ceritanya nemenin dia berlibur, hehhee padahal saya juga ada “kepentingan” karena bisa jalan-jalan sama my luvly

Saya pengen cerita ke teman-teman yang kebetulan sedang ingin berwisata ke pulau Bangka dan pulau Belitung, mudah-mudahan dapat informasi yang berguna.

Untuk dua tempat ini, saya pisah menjadi dua bagian cerita biar ga kepanjangan

Wisata Pulau Bangka

Kami berangkat hari Jumat (kebetulan lagi libur tanggal merah – sesuatu yang selalu ditunggu-tunggu para buruh sepertiku), dari Palembang naik jetfoil dari pelabuhan Boom Baru, berangkatnya jam 7 pagi. Kalau sedang musim liburan, usahakan seminggu sebelumnya sudah pesan tiket. Tiketnya harganya berkisar antara 180 ribu sampai 250 ribuan, tergantung mau ambil kelas ekonomi, eksekutif, atau supereksekutif.

Perjalanan Palembang-Bangka cenderung tenang, tidak berombak, karena yang dilewati adalah lintasan Sungai Musi. Perjalanan menempuh waktu sekitar 3 jam, tiga perempatnya adalah sungai, sekitar setengah jam terakhir barulah kena laut lepas. Jadi tidak terlalu khawatir di ombang-ambingkan ombak .

Pelabuhan yang dituju adalah pelabuhan Mentok. Sampai di Mentok sekitar pukul 10 pagi. Dari Mentok, kalau akan ke Pangkal Pinang (ibukota Bangka) harus melanjutkan perjalanan kurang lebih 3 jam naik travel / bis. Begitupun dengan ke Sungai Liat juga harus naik travel/bis sekitar 3 jam. Biar lebih mudah, kamu bisa beli tiket travel/bis satu paket dengan tiket jetfoil. Sekitar pukul 12an, biasanya turun sebentar untuk makan siang di daerah Kelapa. Jam 1 kamu sudah sampai di Pangkal Pinang.

Kota Pangkal Pinang tidak begitu besar, kamu bisa jalan-jalan mengintari kotanya sekitar setengah sampai satu jam, tapi kalau bisa naik motor aja, karena angkot agak kurang banyak dan trayeknya terbatas.

Kami menginap di penginapan tengah kota, ya semacam hotel melati atau wisma gitu, harganya cukup bersahabat, sekitar 150-200 ribu semalam. Penginapan sejenis bisa ditemui di banyak tempat. Memang, pulau Bangka sudah cukup terkenal sebagai salah satu kota wisata, terutama di daerah Sumatera Selatan, jadi kita ga begitu kesulitan mencari penginapan.

Objek wisata di Pulau Bangka cukup banyak tapi hampir semuanya pantai (ya iyalaaaahh) heehhehehee.. Kami hanya sempat mengunjungi satu pantai, yaitu Pantai Parai, yang letaknya sekitar 30-40 menit dari Pangkal Pinang, tepatnya masuk ke kabupaten Sungai Liat.

Masuk Pantai Parai, kamu harus mengeluarkan kocek 25 ribu saja, tiketnya jangan dibuang karena kamu bisa dapat “subsidi” 25 ribu bila makan di restoran di dalam kawasan Parai. Selain restoran, disini juga ada beberapa cottage/bungalow yang bisa disewa. Denger-denger sewanya starts from 400ribuan saja. Tapi entah cottage yang mana, mungkin yang cuma satu kamar. Tapi sebenernya kalau dihitung-hitung lumayan irit juga kalau memang ingin sewa cottage di sini.

Di Parai kami tiba jam 9 pagi, sayang cuacanya kurang mendukung, sempat hujan deras dari jam 10 sampai 11 siang, akhirnya hujannya reda juga. Tapi kami sepakat untuk makan siang dulu sebelum nyebur di pantai *dengan memanfaatkan tiket 25 ribu*. Ternyata makanan di restoran itu mahalnya minta ampun J Kita orang 8 menghabiskan hingga 500 ribu, tapi dikurangi subsidi 200 ribu (25 ribu kali 8 orang). Sebagai gambaran, satu minuman (e.g jus), harganya hanya 30 ribu saja

Setelah makan siang dan solat, kita akhirnya nyebur di pantai… wawww seru…!! Kurang lebih 2 jam kami bermain-main ombak. Ombak di Parai cukup menggoda, apalagi kalau sudah agak sore. Banana boat juga ada, satu kali main 300 ribu untuk 5 orang, tapi kami ga main karena orangnya tanggung dan sudah sibuk dengan pasangan masing-masing heheheheee…

Sekitar pukul setengah 4 sore, kami meninggalkan Parai untuk ke objek wisata selanjutnya, yaitu pemandian air panas Pemali. Dari Parai hanya 20 menitan saja. Di Pemali ada pemandian yang isinya air hangat alam, jadi kami tanpa menanggalkan baju renang langsung bergerak ke Pemali hehehee, keliatan banget pengen ngademnya .

Tiket masuk Pemali hanya 15 ribu per orang, di sini selain pemandian juga ada kolam renang lengkap dengan seluncurannya. Tapi….kayaknya ga usah aja main seluncuran hehehe soalnya keset, susah turunnya. Rekomendasi saya, langsung aja ke pemandian air panasnya, berendam di sana.. rasanya rileks..banget .

Sekitar hampir Magrib akhirnya kami pulang ke Pangkal Pinang. Oiya, saya lupa cerita, di Bangka untuk jalan-jalan kamu sebaiknya menyewa mobil rental. Tapi karena kemarin libur panjang, kami kehabisan mobil rental, akhirnya menyewa angkot. Harganya sih sama saja, sekitar 250-300 ribu (sudah termasuk bensin), tapi ya karena terpaksa karena kehabisan mobil rental (a.k.a Avanza, Innova, dll itu), jadi naik angkot heheee, tapi gapapa yang penting sampai kan ;)

Sebelum meninggalkan Bangka, jangan lupa beli oleh-oleh di Jalan Jend Sudirman dekat alun-alun kota, cukup banyak toko oleh-oleh disekitar situ. Oleh-oleh terkenal antara lain kemplang, getas, terasi, dan rusip. Pokoknya hasil olahan makanan lautlah.

Next saya akan lanjut cerita perjalanan ke Belitung, ditunggu ya …

Next Page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.